Categories
Info

336 Orang Divonis Mati, Komitmen Jokowi Lindungi Hak Rakyat Dinilai Rendah

Suara. com – Lembaga Imparsial mengungkapkan di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) vonis hukuman mati paling banyak terjadi. Setidaknya pada masa lima tahun pemerintahan Jokowi 2014-2019, tercatat ada sebanyak 221 orang divonis pukulan mati. Angka itu bahkan mengalahkan zaman pemerintahan BJ Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 1998-2013, yaitu 197 vonis pukulan mati.

Suara. com : Lembaga Imparsial mengungkapkan di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ketentuan hukuman mati paling banyak terjadi.

Setidaknya pada masa lima tahun pemerintahan Jokowi 2014-2019, tercatat ada sebanyak 221 orang divonis pukulan mati. Angka itu bahkan mengalahkan zaman pemerintahan BJ Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono pada periode  1998-2013, yaitu 197 vonis pukulan mati.  

“Jadi ini menunjukkan minimnya komitmen pemerintah (Jokowi) melindungi hak hidup masyarakatnya, ” kata Peneliti Imparsial, Amalia Suri lewat video diskusi daring, Jumat (12/3/2021).  

Sementara itu, pada periode kedua Jokowi ini yakni dari 2019 – 2021, setidaknya terdapat 115 ketentuan hukuman mati.   Adapun total orang yang divonis Jokowi selama ada 336 warga yang dijatuhi hukuman mati.  

Baca Juga: Hukuman Mati Untuk Koruptor, Anggota Komisi 3 DPR: Tidak Masalah

“Periode kedua belum lama juga. Ini kalau digabung periode pertama dan kedua 336 hanya waktu 6 tahun. Sedangkan era Habibie hingga SBY itu ketentuan matinya 197, ” ujar Amalia.

Amalia pun merinci, pada periode kedua pemerintahan Jokowi 115 vonis mati itu terdiri dari sejumlah kasus, 82 narkotika, thirty-three pembunuhan, dan 1 terorisme.  

Di samping itu, Amalia juga mengungkapkan sepanjang era reformasi dari 1998 sampai 2016, pemerintah sudah mengeksekusi mati 45 orang, dengan rincian 25 kasus narkotika, 17 kasus pembunuhan, dan 3 kasus terorisme.  

 

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan 2 Perempuan Muda Terancam Hukuman mati