Categories
Info

7 Tahun Jebloskan Politisi ke Bui, Satgas Anti Korupsi Brasil Resmi Bubar

Bahana. com – Unit anti manipulasi di Brasil yang bernama Car Wash (Cuci Mobil) secara sah dibubarkan, akhir dari era awak jaksa penuntut yang membantu memerosokkan puluhan pemimpin politik dan usaha Amerika Latin ke penjara, termasuk beberapa mantan presiden.

Suara. com – Unit anti korupsi di Brasil yang bernama Car Wash (Cuci Mobil) secara resmi dibubarkan, akhir dari kurun tim jaksa penuntut yang membantu menjebloskan puluhan pemimpin politik & bisnis Amerika Latin ke penjara, termasuk beberapa mantan presiden.

Satgas, yang berasal dari penyelidikan pencucian kekayaan rutin ke tempat cuci mobil di Brasilia, tidak ada teristimewa pada Senin, meskipun pembubarannya tidak diumumkan hingga Rabu oleh kantor kejaksaan federal (MPF).

Beberapa jaksa akan dipindahkan ke unit kejahatan terorganisir MPF, di mana mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka, kata pernyataan institusi tersebut.

Pasukan Cuci Mobil mulai berjalan pada tahun 2014, dengan pokok pada kontrak korupsi di perusahaan minyak milik negara Petrobras, walaupun ruang lingkupnya dengan cepat berkembang. Mantan presiden dan perusahaan gembung di seluruh Amerika Latin, dengan selama bertahun-tahun dianggap tak sedih, terlibat dalam skema korupsi besar-besaran yang ditemukan oleh para penyelidik.

Baca Juga: Aneh! Pasien Asal Brasil Terinfeksi 2 Varian Covid-19 saat Bersamaan

Di antara tokoh-tokoh mulia yang dijebloskan ke penjara sebab penyelidikan itu adalah mantan Pemimpin Luiz Inacio Lula da Silva yang populer. Di luar Brasil, mantan presiden di Peru, El Salvador, dan Panama juga dipenjara sebagai hasil investigasi yang dimulai oleh gugus tugas. Perusahaan universal besar, seperti Maersk dan Glencore, juga berada di bawah penilikan para penyelidik.

Tetapi banyak kaum kiri menjadi waspada terhadap penyelidikan itu, sebagian karena pemenjaraan Lula, tatkala serangkaian percakapan yang bocor dalam 2019 menimbulkan pertanyaan tentang apakah penyelidik mengambil jalan pintas buat mengamankan penuntutan.

Penyelidikan korupsi terhadap anggota keluarga dari sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro telah membuat kurang kaum konservatif curiga terhadap upaya untuk memerangi korupsi juga.

Hal itu menghasilkan masa depan satgas anti rasuah itu diragukan, meskipun karyanya tentu populer di kalangan orang Brasil. Pada September, Jaksa Agung Brasil Augusto Aras memperpanjang mandat himpunan tugas tersebut hingga 31 Januari, tetapi tidak mengatakan apakah dia akan memperbaruinya.

Menurut datanya sendiri, dasar tugas anti korupsi itu bertanggung jawab atas 295 penangkapan, 278 hukuman dan 4, 3 miliar reais (Rp 11, 2 triliun) keuntungan yang diperoleh secara rendah dikembalikan ke negara bagian Brasil selama sekitar tujuh tahun operasinya. (Sumber: Antara/Reuters)

Menangkap Juga: Presiden Brasil Menolak Divaksin Corona, Tapi Mau Vaksinasi Warganya