Categories
Info

Arahan DPRD DKI Tolak Anies Reklamasi Ancol, Kecuali Bisa Masuk Percuma

Suara. com – Arahan DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyatakan akan menolak dengan keras reklamasi Ancol sekitar 155 hektare (ha). Penolakan itu dilakukan bila reklamasi itu untuk kepentingan komersil seperti 17 pulau reklamasi sebelumnya.

–>

Bahana. com – Pimpinan DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyatakan akan menolak dengan bersusah-susah reklamasi Ancol sekitar 155 hektare (ha). Penolakan itu dilakukan kalau reklamasi itu untuk kepentingan komersil seperti 17 pulau reklamasi sebelumnya.

Zita mengatakan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI ingin menggubris dahulu klarifikasi Gubernur Anies melanggar penerbitan izin atas reklamasi perluasan kawasan Ancol, Jakarta Utara tersebut.

“Kita lihat dulu pak Gubernur Anies nambah reklamasi ini apa isinya, kalau isinya sama persis kayak dulu-dulu mungkin kita engga membenarkan, ” kata Zita di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Hanya saja, DPRD menyambut baik Pemprov DKI yang akan membangun Museum Global Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam di kawasan Ancol Timur seluas 20 ha yang sudah menjadi daratan.

“Kita lihat di tempat Ancol memang untuk masjid sebagainya terbatas, tidak ada simbol-simbol itu. Kalau Pak Gubernur ingin melaksanakan museum nabi tentu kami bawa, ” ujar dia.

Putri Ketua Ijmal PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) itu mengatakan tolak ukur Fraksi PAN ialah soal keberpihakan pada bangsa, jika reklamasi untuk kepentingan publik, maka PAN akan mendukung serta bila sebaliknya partai akan menentang keras.

“Reklamasi yang dulu ditolak sebab keberpihakan dengan ekonomi atas. Jika reklamasinya untuk menengah ke bawah, boleh kita lihat dulu rancangan pak gubernur seperti apa, ” ungkapnya.

Pemimpin Komisi E DPRD DKI Jakarta mengungkapkan, setelah nantinya reklamasi diperuntukkan untuk publik, Zita menyarankan supaya masuk wisata Ancol dikenakan bayaran dengan harga cuma-cuma.

“Saya salah satunya mengusulkan agar warga masuknya gratis, kecuali masuk wahana itu akur (berbayar). Usulan rumah susun nelayan itu bagus, ” tuturnya. (Antara)