Categories
Info

Busyro Muqoddas Sebut Oligarki Politik Tergantung Kultur Parpol

Suara. com – Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menilai keberadaan oligarki politik sebenarnya tergantung pada kultur yang ada di per partai politik atau parpol. “Oligarki politik tergantung kultur politik yang dianut masing-masing parpol, ” sirih Busyro, saat diskusi publik maya LHKP Muhammadiyah bertema “Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal”, Rabu (9/9/2020).

–>

Suara. com – Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menilai keberadaan oligarki kebijakan sebenarnya tergantung pada kultur yang ada di masing-masing partai politik atau parpol.

“Oligarki politik tergantung tamadun politik yang dianut masing-masing parpol, ” kata Busyro, saat pembahasan publik virtual LHKP Muhammadiyah bertema “Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal”, Rabu (9/9/2020).

Menurut Busyro, selama per parpol masih mengidap nepotisme, wangsa, dan feodalisme baru yang tetap diperbarui dan diperkuat, maka bakal sulit terjadinya demokrasi di tubuh parpol tersebut.

Jika demokrasi saja sulit diwujudkan dalam tubuh parpol, maka menurut Busyro, perlu dipertanyakan kemampuan parpol tersebut untuk menghadirkan demokrasi kepada rakyat.

“Ketika di dalam awak parpol sulit sekali ada berlaku demokrasi, apakah kita bisa berharap parpol tersebut mewujudkan demokrasi pada publik? ” kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Sejauh ini, kata Busyro, kalangan parpol tidak melakukan pendidikan yang mencerahkan terhadap rakyat, namun malah menghadirkan oligarki dan dinasti politik.

Bahkan, ia juga mengakui sulitnya mengandalkan peran kontrol dari DPRD terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, karena dominasi parpol terbatas yang mempengaruhi peran pengawasan legislatif.

Namun, Busyro Muqoddas mengaku masih berharap di dalam peran perguruan tinggi untuk mengedukasi masyarakat, termasuk dalam mengawal besar daerah terpilih agar menepati janji-janji politiknya. [Antara]