Categories
Info

Diajakin Ngopi Bareng, KY Ngaku Mencopet HP di Depan Polisi

Suara. com berantakan Seorang pemuda berinisial KY (22) malah diajak ngopi oleh Bagian Reskrim Polres Mempawah, Kalimantan Barat. Pasalnya, KY nekat mencuri handphone (HP) di Jalan Pendidikan dalam Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

–>

Suara. com – Seorang pemuda berinisial KY (22) malah diajak ngopi oleh Anggota Reskrim Polres Mempawah, Kalimantan Barat. Pasalnya, KY nekat mencuri handphone (HP) di Jalan Pendidikan di Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Dia ditangkap di rumahnya, Desa Mega Timur, Kecamatan Kali Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dengan bantuan Unit Lidik Reskrim Polsek Pontianak Timur Polresta Pontianak.

Kapolsek Sungai Pinyuh Kompol B Sembiring mengungkapkan, pra pelaku dibawa ke kantor petugas, terlebih dahulu petugas mengajak karakter untuk ngopi-ngopi santai sambil mendengarkan pengakuannya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk asas praduga tak bersalah & Hak Asasi Manusia (HAM) dari Polri kepada masyarakat.

“Saat ngopi tersebut lah, pelaku KY mengakui perbuatannya. Jadi petugas kami tinggal melakukan proses pemeriksaan verbal lanjutan dalam Mapolsek Sungai Pinyuh, ” katanya saat dihubungi suara. com, Rabu(5/8/2020).

Dia menjelaskan, pelaku pencurian HP dalam lokasi tersebut berjumlah dua orang. sebelumnya, polisi telah menangkap kawan KY berinisial DG warga Pontianak Utara.

“Kami menangkap pelaku utama inisialnya DG (25), warga Pontianak Mengadukan, yang juga dikenal sebagai ahli jambret, ” katanya saat dihubungi Suara. com, Rabu(5/8/2020).

Dari pengembangan pelaku DG, barulah polisi mengungkap pelaku yang lain yakni KY. Dia tak bisa berkutik dan tanpa melakukan balasan saat petugas menggiringnya untuk dibawa ke Polsek Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

“Kita juga berkoordinasi dan menimbulkan di-backup oleh Unit Lidik Reskrim Polsek Pontianak Timur. Begitu situasi pelaku telah diketahui, kita kendati langsung melakukan penangkapan di vila pelaku, ” jelasnya.

Pelaku dan bahan bukti dibawa ke Polsek Sungai Pinyuh guna proses lebih tinggi oleh petugas untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika Terbukti bersalah Ky dapat dijerat dengan 363 bagian (1) subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.