Categories
Info

Diskusi POP Kemendikbud Memanas, Said Didu: Semoga Nadiem Segera Sadar

Suara. com – Eks Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu berbicara mengenai polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia berharap agar Menteri Pendidikan Nadiem Makarim segera sadar untuk menyelamatkan dunia pendidikan Tanah Air.

–>

Suara. com – Eks Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu angkat bicara menimpa polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia berharap agar Menteri Pendidikan Nadiem Makarim segera sadar untuk menyelamatkan dunia pendidikan Tanah Air.

Teranyar, Asosiasi Guru Republik Indonesia (PGRI) membatalkan diri dari POP, setelah perut ormas lainnya yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah telah lebih zaman mundur.

Melalaikan akun Twitter @msaid_didu, Said Didu berharap Nadiem bisa segera menyadari kesalahannya. Sehingga ia bisa menyelamatkan dunia pendidikan Indonesia yang berada di ambang kehancuran.

Pak Menteri Nadiem Makarim, saya berharap anda segera sadar agar tingkatan bangsa ini selamat dari kehancuran , ” kata Said Didu seperti dikutip Suara. com, Jumat (24/7/2020).

PGRI menjadi salah satu dari 156 ormas yang lolos POP, mereka dinyatakan lolos sebanyak 2 kategoi gajah, masing-masing senilai Rp 10 miliar dengan judul proposal Penggunaan Teknologi Komunikasi Dan Literasi Bahan Dalam Proses Pengajaran SD dan SMP.

Polemik POP ini muncul ketika Komisi X DPR RI, Nahdatul Ulama, dan Muhammadiyah melihat tersedia kejanggalan di beberapa dari 156 lembaga pendidikan ormas yang nantinya akan mendapatkan hibah dana dari Kemendikbud, seperti perusahaan besar seolah-olah Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto yang ikut memperoleh dana hingga ormas yang tak jelas asal-usulnya.

Said Didu komentari polemik POP Kemendikbud (Twitter/msaid_didu)
Said Didu komentari polemik POP Kemendikbud (Twitter/msaid_didu)

Sebagai data, program Organisasi Penggerak Kemendikbud merupakan program peningkatan kompetensi Pendidik serta Tenaga Kependidikan yang dilakukan ormas dengan dana hibah dari pemerintah senilai total Rp 595 miliar.

Ormas dengan lolos seleksi akan diberi biaya yang besarnya dibagi kategori. Kategori gajah diberi dana hingga Rp 20 miliar, Kategori Macan dengan dana hingga Rp 5 miliar, dan Kategori Kijang dengan derma hingga Rp 1 miliar.

Ormas calon penerima Program Organisasi Penggerak Kemendikbud yang lolos disahkan lewat surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomor 2314/B. B2/GT/2020 dengan ditandatangani Direktur Jenderal GTK, Iwan Syahril.

Yayasan Putera Sampoerna lolos buat mendapatkan dana Kategori Macan dan Gajah, lalu Yayasan Bhakti Tanoto lolos dalam Kategori Gajah sebesar dua kali (Pelatihan guru SD dan SMP).