Categories
Info

Dobrak Tradisi Kerajaan, Putri Charlene Mengekspos Gaya Rambut Punk

Suara. com – Dayang Charlene dari Monako mengejutkan publik dengan penampilan barunya. Ia membantai rambut dengan gaya punk separuh mohawk dan tentu saja gaya ini mendobrak tradisi kerajaan. Walaupun berstatus sebagai putri, wanita secara nama lengkap Charlene Lynette Wittstock ini tampak nyaman dengan penampilan barunya.

Suara. com kepala Putri Charlene lantaran Monako mengejutkan publik dengan pengejawantahan barunya. Ia memotong rambut secara gaya punk setengah mohawk & tentu saja gaya ini melanyak tradisi kerajaan.

Meskipun berstatus sebagai putri, wanita dengan nama lengkap Charlene Lynette Wittstock ini tampak aman dengan penampilan barunya.

Menyadur Vanity Fair Jumat (18/12), istri Pangeran Albert II ini tampil stylish saat membagikan hadiah Natal pada anak-anak selama pesta libur tahunan di istana.

Putri Charlene memadukan gaya punk yang sangar dengan sentuhan mewah kejayaan. Ia memakai masker berpayet emas, turtleneck berkilau warna hitam dan outer motif hitam dan aurum.

Baca Juga: Tradisi Kerajaan Inggris yang Pernah Dilanggar Pangeran William dan Kate

Sebelumnya pada hari yang serupa, mantan atlet Olimpiade berusia 42 tahun ini menutupi potongan rambut barunya dengan baret saat tampil di acara publik.

Rambut punk Putri Charlene. (ERIC GAILLARD/AFP)

Gaya rambut bob pendek sudah menjadi ciri khasnya selama ini. Semenjak pensiun dari atlet renang tahun 2007, ibu dua anak ini selalu menata rambutnya dengan gaya tersebut.

Akhirnya, ia sering mencoba gaya rambut baru dalam setiap penampilannya. Di bulan September, Putri Charlene tampil dalam pembukaan Tour de France di Nice dengan gaya poni baru.

Perempuan dari Afrika Selatan ini menyumbat wajahnya dengan masker joker bertuliskan “why so serious? ”

Putri Charlene sebelumnya pernah viral karena tidak pernah menunjukkan senyum saat tampil dalam acara-acara yang diliput pers.

Baca Juga: Kembali Dobrak Tradisi Kerajaan, Meghan Markle Akan Ikut Pemilu AS

Wajah murungnya jadi percakapan hingga ia membuat konfirmasi bahwa tahun 2019 adalah masa dengan berat karena mengalami banyak duka.