Categories
Info

Emak-emak Buang Tas Produk Prancis Mematok Injak Poster Emmanuel Macron

Suara. com – Sejumlah emak-emak merusak tas produk Prancis dan menginjak-injak poster bergambar wajah Presiden Prancis, Emmanuel Macron di depan Masjid Al Jihad di Jalan Abdullah Lubis, Medan. Tak sedikit dalam antara pengguna jalan turun sejenak dari kendaraannya untuk sekedar menginjak kemudian berlalu. Tidak hanya tersebut saja, sejumlah orang juga melompat-lompat di atas poster tersebut seraya…

Suara. com – Sejumlah emak-emak merusak tas produk Prancis dan menginjak-injak poster bergambar wajah Presiden Prancis, Emmanuel Macron di depan Masjid Al Jihad di Jalan Abdullah Lubis, Medan.

Tak sedikit di antara pengguna jalan turun sejenak dari kendaraannya untuk sekedar menginjak kemudian berlalu. Tidak hanya itu saja, sebesar orang juga melompat-lompat di akan poster tersebut seraya mengecam Presiden Macron.

Pada kanan kiri pagar masuk masjid juga terpasang spanduk dengan menjepret bertuliskan ‘Abdoulakh Anzorof, Telah Saudara Tunaikan Bakti Suci.. Bela Kemuliaan Nabi. Sumatera Utara Boikot Produk Prancis’.

Sementara itu, sejumlah emak-emak berunjukrasa di depan Masjir Al Yasamin, di Jalan Iskandar Muda Perdana. Mereka memprotes pernyataan Presiden Macron.

Baca Juga: Keras! Reaksi Ustaz Abdul Somad saat Islam Dihina Presiden Prancis Macron

Selain juga menapak gambar Presiden Macron lalu merobek-robeknya, pendemo juga membawa poster dengan isinya mendukung aksi Anzorov. ‘Syahid Abdullah Anzorov, ’.

Tak cuma tersebut, para pengunjuk rasa juga membawa masyarakat memboikot produk-produk dari Prancis. Terlihat, pengunjuk rasa membawa tas sandang lalu merusaknya dengan badik. Tas tersebut dimaknai sebagai tanda produk Prancis.

“Kami rela mati perlu Rasulullah, ” teriak salah seorang pengunjuk rasa sambil membanting & menginjak tas warna merah marun seperti dilansir dari Kabarmedan. com, Sabtu (31/10/2020).

Seorang pengunjuk rasa yang lumrah sebagai Bunda Roni mengatakan, itu tidak rela Rasulullah dihina.

“Zaman ini kami mendengarnya (penghinaan), dan untuk kami itu penghinaan yang menyesatkan berat. Ayah kita saja dihina kita tak terima. Bagi saya tidak ada cara lain. Hanya inilah yang bisa kami kerjakan, ” ucapnya.

Mengucapkan Juga: Ustad Abdul Somad Posting Pernyataan Tegas Era Islam Dihina Prancis

Sebagaimana diketahui, pernyataan Presiden Macron dinilai sudah menghina agama Islam dan mendiskreditkan Muslim dengan mengaitkannya dengan tindakan terorisme.

Dia juga menyatakan tak akan melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW, hal yang benar ditentang umat Islam.

Macron menyampaikan pernyataannya menyusul pembunuhan terhadap Samuel Paty, seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW, kepada siswanya.

Dia dipenggal remaja Muslim keturunan Chechnya berusia 18 tahun, Abdullah Anzorov, yang kemudian ditembak mati petugas.

Berita ini sebelumnya dimuat Kabarmedan. com jaringan Suara. com dengan judul “Poster Wajah Presiden Prancis Diinjak-injak, Kaum Ibu Rusak Tas Simbol Produk Prancis”