Categories
Info

Geger Apoteker di Makassar Keluarkan Surat Bebas Covid-19, Ini Faktanya

Suara. com – Jagat media sosial baru-baru ini digegerkan dengan beredarnya surat segar bebas Covid-19 yang ditandatangani sebab oknum yang mengaku sebagai seorang apoteker. Surat tersebut berjudul “Surat Keterangan Rapid Test Covid-19” serta mencantumkan nama dan cap suatu apotek di Makassar, Sulawesi Daksina.

–>

Suara. com – Jagat media sosial baru-baru ini digegerkan dengan beredarnya surat sehat bebas Covid-19 yang ditandatangani oleh oknum yang mengaku sebagai seorang apoteker.

Surat tersebut berjudul “Surat Keterangan Rapid Test Covid-19” dan mencantumkan nama dan cap sebuah apotek di Makassar, Sulawesi Selatan.

Surat itu menerangkan bahwa seorang pasien yang sudah menjalani tes dinyatakan “Sehat dan Hasil Rapid Test Negatif dengan Rapid Test Covid-19”.

Adapun di bagian bawah dijelaskan bahwa surat sehat bebas Covid-19 tersebut dikeluarkan pada Sabtu (30/5/2020) dan ditandatangani apt. Nur Annisa Muthia Muis.

Kemunculan surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari apotek di Makassar itu seketika menggegerkan dunia maya, khususnya di kalangan tenaga medis.

Baca Juga: Marak Jualan Surat Bebas Covid-19 di Internet, Pembeli Harus Lewat WA

Banyak yang menyampaikan protes lantaran menganggap surat tersebut dikeluarkan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan sehingga melanggar kode etik.

Pihak Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pun dikabarkan langsung menyelidiki surat sehat bertanda tangan apoteker tersebut.

Surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari oknum apoteker. (Facebook)
Surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari oknum apoteker. (Facebook)

Klarifikasi dari Apoteker

Tak berselang lama setelah surat keterangan sehat bebas Covid-19 itu viral di media sosial muncul klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Baca Juga: Mau Minta Surat Bebas Covid, Sopir Bus Malah Dinyatakan Positif Terjangkit

Nur Annisa Muthia Muis melalui akun Facebook pribadinya membagikan video permintaan maaf, Rabu (3/6). Ia mengaku telah menyalahi prosedur berkaitan dengan surat sehat bebas Covid-19.

“Berikut pernyataan dari saya sebagai tuntutan maaf. Karena niatan baik ternyata harus diiringi prosedur yang positif, Kejadian ini berkaitan dengan rapid tes covid yang kami berikan dengan niatan membantu masyarakat. Tapi karena prosedural yang salah mengikat wewenang lintas profesi, saya memohon maaf. Semoga bisa dipahami dan dimaafkan, ” tulisnya seperti dikutip Pandangan. com , Kamis (4/6)

Dalam video berdurasi 5 menit 58 denyut tersebut, tampak Nur Annisa Muthia duduk di samping Ketua Pemimpin Cabang IAI Makassar Salman.

Klarifikasi surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari oknum apoteker. (Facebook)
Keterangan surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari oknum apoteker. (Facebook)

Pihak IAI menerangkan bahwa Nur Annisa Muthia ialah seorang calon apoteker yang belum lulus ujian. Perempuan tersebut bukan penanggungjawab apotek yang tertera di dalam surat dan belum menjadi bagian anggoat IAI cabang Makassar.

Mengenai surat yang beredar, Salman menegaskan situasi itu murni pelanggaran pribadi dengan dilakukan oleh Nur Annisa Muthia sehingga publik diminta untuk tidak mengaitkannya dengan organisasi apoteker.

“Semua bagian apoteker sangat paham dengan tanda etik apoteker sesuai regulasi dengan berlaku. Sekali lagi kami mohon maaf atas kejadian ini, ana siap untuk mengklarifikasi lebih lanjut terkait hal ini” ungkap Salman.

Tengah itu, di akhir video Nur Annisa Muthia pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan karena surat segar bebas Covid-19 yang ditandatanganinya.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada sistem IAI yang telah saya coreng namanya. Saya juga memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau terusik atas keteledoran saya, ” ungkapn Nur Annisa Muthia Muis.