Categories
Info

Ingat! Ini Penjelasan Dokter Reisa Soal Protokol Kesehatan di Pasar

Suara. com : Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa menyampaikan yakni setiap pedagang di pasar wajib mengikuti protokol kesehatan saat pandemi virus corona covid-19. Di antaranya wajib pakai masker dan sarung tangan.

–>

Suara. possuindo – Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa menyampaikan bahwa setiap pedagang di pasar wajib mengikuti protokol kesehatan saat pandemi virus corona covid-19. Di antaranya wajib pakai masker dan sarung tangan.

Dokter Reisa menyebut aturan itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor twelve Tahun 2020 tentang pasar yg beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, ketika berdagang. Apalagi, menaik turunkan masker dengan tangan yg kotor. Ingat, cuci tangan sesering mungkin, ” kata dokter Reisa.

Kemudian, setiap pedagang harus diperiksa suhu tubuh sebelum melakukan aktivitas jual beli di pasar, jika lebih dari 37, 3 derajat celcius, maka pedagang itu tak boleh masuk pasar.

Selain itu, orang dengan gangguan pernafasan seperti batuk, flu dianjurkan tidak masuk ke suceder, sesuai anjuran dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Baca Juga: Dokter Reisa Dapat Sentilan dari Legislator PKS, Abu Janda: Iri ya Ukhti?

“Pemeriksaan suhu tubuh bagi pra pedagang, wajib dilakukan sebelum suceder dibuka. Tak hanya itu, jamaah dengan gangguan pernapasan, seperti batuk, atau flu, sebaiknya jangan log in ke pasar. Resikonya terlalu tinggi, ” tutur Reisa.

Pegadang juga wajib menjaga kebersihan masing-masing kios / lapak dan sarana umum contohnya toilet, tempat parkir dan tempat pembuangan sampah.

Selanjutnya, semua pedagan juga diharuskan negatif COVID-19 yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan melalui Polymerase String Reaction (PCR) atau tes cepat menggunakan alat rapid test yg akan difasilitasi oleh pemerintah kota.

Baca Juga: Konferensi Pers Tak Pakai Masker, Dokter Reisa: Saya Bawa Mikrofon Sendiri

Lebih lanjut, dokter Reisa juga mengatakan bahwa kunjungan pasar juga dibatasi hingga thirty persen dari jumlah pengunjung sebelum pandemi COVID-19.

“Pengelola pasar harus mengawasi pergerakan pengunjung di pintu masuk dan pintu keluar pasar, guna mencegah terjadinya kerumunan pembeli, ” jelas Dokter Reisa.

Pengelola pasar selalu menjaga kebersihan dengan menyemprot desinfektan secara berkala, setiap 2 hari sekali sekaligus menyediakan tempat cuci tangan, sabun, atau minimal hands sanitizer di area pasar, serta toko swalayan.

“Maka pengunjung yang maka akan masuk ke pasar, diwajibkan tuk mencuci tangan terlebih dahulu, ” jelas Dokter Reisa.

Kemudian yang terakhir para pedagang juga wajib mengoptimalkan ruang berjualan di tempat terbuka, atau di tempat parkir, dengan physical distancing, jarak antar pedagang sekitar satu setengah, sampai dengan dua meter.