Categories
Info

Irjen Napoleon Ternyata Pernah Suruh Pion Urus Red Notice Djoko Tjandra

Suara. com – Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte ternyata pernah menyuruh anak buahnya untuk mengajukan perpanjangan permohonan red notice Djoko Tjandra kepada Interpol Lyon. Tetapi, permohonan red notice itu ditolak karena ada sejumlah persyaratan masukan pribadi Djoko Tjandra yang belum dipenuhi.

Suara. com kacau
Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte ternyata pernah menyuruh anak buahnya untuk mengajukan perpanjangan permohonan red notice Djoko Tjandra kepada Interpol Lyon. Tetapi, permohonan red notice itu ditolak karena ada sejumlah persyaratan masukan pribadi Djoko Tjandra yang belum dipenuhi.

Fakta itu diungkap oleh Besar Bagian Komunikasi International Divhubinter Polri, Bartholomeus I Made Oka yang dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi dalam kasus skandal red notice Djoko Tjandra dengan tersangka Napoleon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Awalnya, penasihat hukum Napoleon menanyakan saksi Oka apakah adanya pengajuan red notice Djoko Tjandra atas titah pimpinan Polri.

“Itu, kami diperintahkan Kadivhubinter untuk menerbitkan permohonan pengajuan Red Notice ke Lyon, ” jawab I Made Oka.

Baca Juga: Menahan Terima Uang Dari Tommy, Napoleon: Kalau Ada Pasti Saya Lapor ke KPK

Oka lalu mengaku jika Interpol Lyon baru merespons setelah dua sampai tiga minggu permohonan perpanjangan red notice Djoko Tjandra, diajukan.

“Red notice masih belum diterbitkan karena ada persyaratan yang kurang, data pribadi. Setelah dua sampai tiga minggu diajukan, ” ucapnya.

Dia mengatakan, jika Interpol Lyon sebelumnya sempat juga mengirim pesan bahwa red notice Djoko Tjandra segera berakhir dalam waktu enam bulan. I Made pun cuma meneruskan informasi itu kepada arah tata urusan dalam Polri.

Namun, saksi meminta tak mengetahui pesan Interpol Lyon soal red notice Djoko Tjandra apakah ditindaklanjuti atau tidak. Sesudah membeberkan hal itu, majelis hakim kemudian mencecar pertanyaan kepada saksi I Made Oka soal dalih Divisi Bagian Komunikasi Div Hubinter yang tak mencari tahu tindaklanjut ihwal pesan yang dikirim sebab Interpol Lyon.

“Surat peringatan Lyon dalam Januari 2019 itu disebut secara jelas jika tidak ada perpanjangan maka akan terhapus permanen, lalu disampaikan kepada taud kan, membentuk ada waktu enam bulan barang apa saudara tidak konfirmasi? tanya Ketua.

Baca Juga: Terkuak! Kesaksian Irjen Napoleon Soal Istilah ‘Urusan Bintang 3’

I Made Oka pun membalas semua sudah diserahkan kepada bagian manajemen dan urusan dalam (Taud). Oka mengkliam divisinya hanya menyediakan dan mengakui tak mencari tahu pesan dari Interpol Lyon.