Categories
Info

Jokowi Beri Gatot Bintang Mahaputera, Refly: Bisa Jadi Untuk Menjinakkan

Suara. com kepala Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara soal informasi diberikannya tanda kehormatan Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo kepada Gatot Nurmantyo. Menurut Refly, mas tanda kehormatan kepada tokoh-tokoh yang vokal mengkritik pemerintahan bisa oleh sebab itu sebagai upaya ‘menjinakkan’ mereka.

Suara. com – Pakar Hukum Tata Negeri Refly Harun angkat bicara soal kabar diberikannya tanda kehormatan Kartika Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo kepada Gatot Nurmantyo.

Menurut Refly, mas tanda kehormatan kepada tokoh-tokoh dengan vokal mengkritik pemerintahan bisa maka sebagai upaya ‘menjinakkan’ mereka.

Ia mempertanyakan kok Gatot Nurmantyo dianugerahi tanda kehormatan itu di Hari Pahlawan, tatkala belum ada sejarah pemberian menggelar kehormatan selain gelar kepahlawanan pada tanggal 10 November.

“Kalau ini bukan sebuah kebiasaan di bulan November, pemberian tanda jasa, maka mampu jadi dalam rangka untuk ‘menjinakkan’ mereka-mereka yang memang sering mengantarkan kritik yang luar biasa, ” kata Refly dilansir dari acara YouTube -nya yang berjudul “Gatot Nurmantyo dalam Persimpangan!! “, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga: Prediksi Pilpres 2024 Menurut Rocky Gerung; Airlangga Capres, Jokowi Wapres

Ia menilai pemberian Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo tak lepas dari keterlibatan organisasi yang dinaungi bersamanya yaitu KAMI (Koalisi Ulah Menyelamatkan Indonesia).

Refly menilai, keberadaan Gatot dan KAMI cukup diperhitungkan negeri.

“Sebuah organisasi kalau dia melakukan kesibukan dan sering dihadang, maka sistem tersebut sangat diperhitungkan. Apalagi, era ini konteksnya tidak ada pemipu atau pilpres. Tapi terbukti deklarasi yang dihadiri Gatot sering dihadang, bahkan 4 pentolan KAMI ditangkap, ” ujar Refly.

Di tengah situasi tersebut kemudian pemerintah memberikan Bintang Mahaputera kepada Gatot yang membuat syak Refly bertambah.

“Tiba-tiba pemerintah ingin memberi bintang jasa kepada Gatot Nurmantyo. Kalau pakai nalar Prof Mahfud MD, ya karena memang telah haknya. Tapi tetap saja nuansa ‘menjinakkan’ itu tetap ada, ” tukas Refly.

Menangkap Juga: Rocky Gerung: Jokowi Jadi Wakil Presiden pada 2024

Kendati demikian, Refly yang juga menjadi deklarator KAMI itu tak akan menghalangi jika Gatot akan menerima jasa kehormatan sebab pemerintah.