Categories
Info

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Korban Terorisme Sebesar Rp 39 Miliar

Suara. com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sandaran kepada 215 korban tindak kejahatan terorisme di Istana Negara, Rabu (16/12/2020). Bantuan yang diberikan negara mencapai Rp 39, 20 miliar. 215 korban tindak pidana terorisme itu sudah diidentifikasi dari 40 peristiwa di masa lalu. Jokowi mengatakan pemberian bantuan itu menjelma salah satu bentuk tanggung berat negara kepada korban…

Suara. com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan kepada 215 objek tindak pidana terorisme di Istana Negara, Rabu (16/12/2020). Bantuan yang diberikan negara mencapai Rp 39, 20 miliar.

215 korban tindak kejahatan terorisme itu sudah diidentifikasi daripada 40 peristiwa di masa cerai-berai. Jokowi mengatakan pemberian bantuan itu menjadi salah satu bentuk kepalang jawab negara kepada korban dengan sudah belasan tahun menantinya.

“Hari ini, sebetulnya sudah disampaikan bapak ketua LPSK, bahwa pembayaran kompensasi sebesar Rp 39, 20 miliar secara langsung pada 215 korban terorisme & ahli waris dari korban dengan telah meninggal dunia dan yang telah teridentifikasi dari 40 peristiwa masa lalu, sebagai bentuk afeksi dan tanggung jawab negara kepada para korban yang telah belasan tahun menunggu, ” kata Jokowi seperti yang dikutip Suara. com melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Mereka yang menerima kompensasi itu ialah korban tindak pidana terorisme peledak gereja Oikumene, Kota Samarinda di 2016, bom Thamrin pada 2016, penyerangan Polda Sumatera Utara pada 2017, bom Kampung Melayu dalam 2017, hingga peristiwa terorisme Sibolga pada 2019 dan peristiwa lainnya.

Jokowi menuturkan besaran kompensasi yang diberikan negara tidak sebanding dengan barang apa yang dirasakan oleh korban. Pasalnya, setelah menjadi korban tindak kejahatan terorisme, mereka mengalami penurunan perihal ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau tidak mampu mencari nafkah lagi.

“Ada juga yang mengalami trauma mental serta derita lupa fisik serta mental serta mengalami berbagai stigma karena kondisi fisiknya dialaminya, ” ujarnya.

Namun dengan adanya bantuan dengan diberikan negara, Jokowi berharap bisa memberikan semangat kepada korban.

“Kehadiran negara di tengah-tengah para korban semoga siap memberikan semangat, memberikan dukungan moril untuk melewati situasi yang sangat berat akibat dampak dari terorisme, agar para korban dapat melanjutkan kehidupan dan menatap masa aliran lebih optimis lagi, ” ujarnya.

Mas kompensasi, bantuan medis dan layanan psikologis serta rehabilitasi psikososial mulai diadakan Lembaga Perlindungan Saksi & Korban (LPSK) sejak 2018. Jadi bentuk tanggung jawab negara juga, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2020.

Dalam PP itu ditegaskan kalau korban tindak pidana terorisme masa lalu mempunyai memperoleh kompensasi. Kompensasi itu mampu diajukan oleh korban, keluarga, mahir waris atau kuasanya kepada LPSK.