Categories
Info

Kapolri Instruksikan Jajaran Segera Selesaikan Urusan Penembakan Laskar FPI

Suara. com porakporanda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk segera mengakhiri kasus penembakan enam laskar Depan Pembela Islam atau FPI oleh anggota petugas kepolisian dalam peristiwa yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Suara. com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan kasus penembakan enam laskar Depan Pembela Islam atau FPI sebab anggota petugas kepolisian dalam perkara yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Hal itu disampaikan sebab Listyo dalam Rapat Pimpinan privat Polri 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021). Listyo menekankan bahwa kasus tersebut harus segera diselesaikan mengingat telah menjadi menggubris publik.

“Terkait kasus yang menjadi perhatian umum seperti KM 50 segera diselesaikan, ” kata Listyo.

Berkenaan dengan tersebut, Listyo juga mengingatkan kepada korps untuk menyelesaikan kasus dugaan pengingkaran HAM terkait kematian empat dari enam laskar FPI yang tewas tertembak oleh anggota polisi. Penyelesaian kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut harus diselesaikan sebagaimana hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Komnas HAM.

Baca Selalu: 100 Hari Kerja, Target Kapolri 10 Polda Terapkan Sistem Tilang Elektronik

“Sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM, maka tentunya kita harus selesaikan bertemu rekomendasi tersebut, ” ujarnya.

Pengingkaran HAM

Komnas HAM sebelumnya mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum anggota petugas di balik kasus kematian empat dari enam laskar FPI yang tewas tertembak di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Meski, Komnas HAM menyebut dugaan pelanggaran tersebut tidak masuk ke dalam kategori PEDOMAN berat.

“Kami tidak menemukan indikasi ke ajaran itu (pelanggaran HAM berat), ” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (14/1) lalu.

Damanik menyebutkan, adanya sangkaan pelanggaran HAM berkaitan dengan moralitas empat dari enam laskar FPI yang tewas tertembak. Pasalnya, sebutan dia, empat dari enam laskar FPI ditemukan tewas dalam satu waktu yang bersamaan ketika beruang di dalam kekuasaan anggota polisi.

Baca Juga: Kapolri Janji Selektif Tangani Kasus ITE, DPR: Kami Kawal dan Tagih!

Atas hal tersebut, Damanik menyebutkan bahwa Tim Penyelidikan Komnas HAM telah membuat rekomendasi agar peristiwa penembakan terhadap laskar FPI itu dibawa ke peradilan pidana umum. Rekomendasi itu dimaksudkan guna membuktikan indikasi adanya unlawful killing.