Categories
Info

Kasus Suap Edhy Prabowo, KPK Sita Dokumen Bank Gadaian Rp 52, 3 Miliar

Suara. com – Pemeriksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen melanggar uang dengan total Rp 52. 3 miliar yang kini telah disita oleh KPK dalam kasus uang sogok izin ekpor benih Lobster di Kementerian Kelautan & Perikanan tahun 2020.

Bahana. com – Penyidik Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) menyita sejumlah salinan mengenai uang dengan mutlak Rp 52. 3 miliar yang kini telah disita oleh KPK dalam kasus suap izin ekpor benih Lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020.

Uang itu milik para eksportir yang dijaminkan ke Bank Garansi agar mendapatkan izin ekspor benih lobster tahun 2020.

Penyitaan dokumen dilakukan buatan pemeriksaan penyidik antirasuah terhadap saksi Kepala Balai Tumbuh Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta I Soekarno Hatta, Habrin Yake.

“Yang bersangkutan masing-masing dilakukan penyitaan bervariasi dokumen yang diantaranya terkait dengan bank garansi senilai Rp 52, 3 Miliar yang diduga dari para ekspoktir yang mendapatkan kerelaan ekspor benih bening lobster di KKP tahun 2020, ” ucap plt Ahli Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga: Lagi! KPK Sita Satu Unit Mobil pada Kasus Suap Edhy Prabowo

Sementara itu, mantan Staf Khusus Menteri KKP Miftah Nur Sabri tak memenuhi panggilan penyidik antirasuah. Daksi Miftah memberikan penyungguhan tak hadir lantran ad kunjungan ke luar daerah.

“Miftah memberikan konfirmasi tak bisa hadir karena zaman ini sedang ada kegiatan di luar negeri, ” ucap Ali.

Dalam peristiwa ini, KPK menemukan adanya dugaan bahwa Edhy menjalankan uang izin ekspor baka lobster untuk kebutuhan pribadinya.

Salah kepala yang diungkap KPK buat membeli beberapa unit mobil. Kemudian adanya penyewaan apartemen untuk sejumlah pihak serta uang suap itu selalu digunakan Edhy untuk pembelian minuman beralkohol jenis Wine.

Eks politikus Partai Gerindra itu juga diduga memasang uang suap lobster untuk membeli sejumlah bidang tanah.

Baca Juga: Juliari Batubara Bersaksi di Konvensi Korupsi Dana Bansos

KPK pun kini pusat membuka peluang Edhy Prabowo akan dijerat dengan kausa tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain, kasus uang sogok yang kini telah menjerat Edhy. Edhy dalam urusan ini diduga menerima uang sogok mencapai Rp 3, 4 miliar dan 100 ribu dolar Amerika Serikat. Uang itu sebagian diduga dimanfaatkan Edhy bersama istrinya buat berbelanja tas hermes, sepeda, hingga jam rolex pada Amerika Serikat.

Edhy berhubungan istrinya Iis Rosita Dewi ditangkap tim satgas KPK di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Rabu (25/11/2020) dini hari. Operasi tangkap tangan itu dilakukan KPK seusai Edhy dan istrinya melayani kunjungan dari Honolulu, Hawai, Amerika Serikat.

Dalam OTT itu, KPK sempat menyimpan sebanyak 17 orang. Namun, dalam gelar perkara yang dilakukan penyidik antirasuah serta pimpinan hanya tujuh karakter yang ditetapkan tersangka termasuk Edhy.

Sementara istrinya, Iis Rosita Dewi lolos dari jeratan KPK. Iis balik dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan intensif di KPK.

Edhy menjadi tersangka bersama enam orang lainnya. Mereka adalah stafsus Gajah KKP Safri; Pengurus PT ACK Siswadi; staf pedusi Edhy Ainul Faqih; & pemberi suap Direktur PT DPP Suharjito. Kemudian perut staf pribadi menteri KP Andreau Pribadi Misata dan Amiril Mukminin.