Categories
Info

Kegiatan Moeldoko dan Luhut Laporkan Aktivis Karena Dikritik Adalah Bentuk Ancaman

Suara. com – Pengamat politik dibanding Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyayangkan rencana Besar Staf Kepresidenan Moeldoko yang akan melaporkan Indonesia Corruption Watch atau ICW karena dikritik terlibat dalam usaha obat Covid-19 Ivermectin dan ekspor beras.

Suara. com kepala Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyayangkan program Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang akan melaporkan Indonesia Corruption Watch atau ICW karena dikritik terlibat di dalam bisnis obat Covid-19 Ivermectin dan ekspor beras.

Patuh Ujang, yang harus dilakukan pejabat publik untuk membantah dugaan keterlibatan yakni mengirimkan hak jawab di media bukanlah membuat laporan atau somasi.

“Kalau ada kritikan publik,   kritikan dari masyarakat termasuk dari NGO bukan dijawab dengan
mengadukan. Harusnya kan bisa sah jawab di media & lain sebagainya. Hak berat saja, jadi bahwa misalnya tidak terlibat dan asing sebagainya, ” kata Ujang kepada Suara. com, Rabu (1/9/2021).

Ia menilai langkah pelaporan seperti yang dikerjakan Moeldoko kepada ICW adalah ancaman. Bahkan cara itu menakut-nakuti pihak -pihak dengan mengkritik.

Baca Juga: Anggaran Baju Dinas Anggota DPRD Sumbar Hampir satu Miliar, Pengamat: Sangat Tidak Patut

“Karena jika melaporkan dan sebagainya itu bisa menjadi ancaman menakut nakuti pihak yang mempertimbangkan, ” ujar dia.

Ujang juga menyinggung soal Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang membabatkan somasi terhadap KontraS Fatia Maulidiyanti.

Somasi tersebut dilayangkan menyusul adanya unggahan dalam kanal YouTube milik Haris Azhar dengan judul “Ada Lord Luhut Dibalik Persahabatan Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya”.

“Pola dengan sama juga dilakukan sebab pak Luhut terhadap Bertentangan, ” ucap Ujang.

Bujang menuturkan pelaporan atau somasi yang dilakukan Moeldoko maupun Luhut merupakan hak seorang warga negara. Namun kata dia, langkah yang dilakukan pejabat publik tersebut tidak tepat.

Baca Juga: Pengamat Soal Novel Bamukmin Siap Jadi Cawapres: Barang apa Menariknya Novel?

Bujang menyebut baik ICW maupun Kontras kemungkinan memiliki bukti sebelum menyampaikan temuan sangkaan keterlibatan tersebut ke terbuka.