Categories
Info

Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tak Cocok dengan Pembukaan Sekolah

Suara. com awut-awutan Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tidak Sama dengan Pembukaan Sekolah Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pelajaran dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad menegaskan bahwa ada perbedaan kurun dimulainya Tahun Ajaran baru secara tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk tatap muka.

–>

Bahana. com – Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tak Sama dengan Pembukaan Sekolah

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Leler Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad menegaskan bahwa ada perbedaan jarang dimulainya Tahun Ajaran baru dengan tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Menunjuki (KBM) untuk tatap muka.

Hal tersebut menyusul akan dimulainya proses Pengamalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 akan segera dimulai.

Ilustrasi penyemprotan disinfektan di ruang kelas sekolah. [Dok.BBC News Indonesia]
Ilustrasi penyemprotan disinfektan di ruang kelas sekolah. [Dok.BBC News Indonesia]

“Tanggal 13 Juli adalah tahun pengajian baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Sistem belajar akan tergantung perkembangan perihal daerah masing-masing, ” jelas Hamid dalam keterangan pers yang diterima Suara. com (29/5/2020).  

Lebih lanjut, Hamid mengatakan bahwa kalender pelajaran Indonesia dimulai pada minggu ketiga bulan Juli dan berakhir di akhir bulan Juni.

“Dengan dimulainya PPDB ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan oleh karena itu akan ada konsekuensi yang kudu kita sinkronkan, ” ungkap Hamid.

Hamid menambahkan, konsekuensi pertama adalah peserta didik untuk tingkat SMA dan SMP yang sudah dinyatakan lulus.

“Kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sebentar lagi akan diumumkan buat kelulusan siswa SD. Artinya kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, budak yang lulus ini mau dikemanakan? Termasuk juga perguruan tinggi selalu sudah melakukan seleksi, ” perkataan Hamid.

Sejalan dengan itu, Staf Mampu Bidang Regulasi Pendidikan dan Kultur Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang memasukkan bahwa masalah dalam  PPDB pola luring yang butuh kehadiran fisik di sekolah karena beberapa kausa yang menyebabkan ketidaksiapan daerah buat melaksanakan sistem daring.

“Tentu saja sebati dengan yang diperintahkan oleh Bapak Presiden bahwa dalam pelaksanaan PPDB jika tidak dapat menghindari pertemuan langsung maka untuk metode luring harus memperhatikan protokol kesehatan laksana penyediaan masker dan hand sanitizer, menjaga jarak, dan tidak melangsungkan kerumunan, ” tegas Chatarina.

“Oleh sebab itu dalam metode luring ana harapkan kesiapan pemerintah daerah buat jauh-jauh hari menyampaikan pelaksanaan PPDB nya secara luring sehingga sanggup membagi waktu pendaftaran agar tak terjadi kerumunan yang akan merepotkan pendaftar untuk menjaga jarak, ” imbuhnya.