Categories
Info

Kesiapan Sekolah dan Kondisi Kawasan Jadi Faktor Utama Terlaksananya PTM Terbatas

Suara. com semrawut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendahulukan bahwa pembelajaran tatap membuang (PTM) terbatas dapat terlaksana tergantung pada kesiapan sekolah dan kondisi daerah. Wali atau wali juga lestari memiliki kewenangan mengizinkan atau tidak peserta didik mendaftarkan PTM terbatas di madrasah. Pelaksanaan PTM terbatas kudu diselenggarakan dengan protokol kesehatan tubuh ketat, dilakukan secara berantara, …

Suara. com berantakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menekankan bahwa penelaahan tatap muka (PTM) terbatas dapat terlaksana tergantung di kesiapan sekolah dan status daerah. Orang tua atau wali juga tetap mempunyai kewenangan mengizinkan atau tak peserta didik mengikuti PTM terbatas di sekolah. Pengoperasian PTM terbatas harus diselenggarakan dengan protokol kesehatan teliti, dilakukan secara bertahap, & disesuaikan dengan dinamika kemajuan kasus Covid-19 di per daerah.

Menteri Pendidikan, Kultur, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim kembali menegaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas hanya dapat dikerjakan jika sekolah telah benar-benar siap dalam penyelenggarannya. Pra menggelar PTM terbatas, sekolah wajib memenuhi persyaratan dengan ditetapkan dalam Keputusan Bersama-sama 4 Menteri dan memajukan prinsip kehati-hatian demi kesehatan tubuh dan keselamatan warga madrasah beserta keluarganya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri mengimbau dinas pendidikan (disdik) dan kepala madrasah untuk memastikan setiap dasar pendidikan memenuhi daftar kontrol. Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dapat dioptimalkan penggunaannya untuk persiapan PTM terbatas.

“Sekolah harus mempersiapkan SOP, infrastruktur, melakukan sosialisasi implementasi budaya sehat dan suci, serta melakukan upaya kolaborasi dengan fasilitas kesehatan maupun pemangku kebijakan setempat, ” pesan Dirjen Jumeri dalam pertemuan dengan media dengan virtual di Jakarta, Selasa, (8/6/2021).

Baca Juga: Tips Belajar Naik Motor Matik yang Aman, Tanpa Asal Ngegas

Menurut Jumeri, penyelenggaraan PTM terbatas sangat bergantung pada kesiapan sekolah serta perkembangan iklim pandemi di wilayah sekolah tersebut. PTM terbatas selalu berbasis pada penerapan PPKM Mikro yang diterapkan oleh Pemerintah. “Secara nasional agak-agak tidak akan sama kurun satu provinsi dengan daerah lain, antara kabupaten secara kabupaten yang lain, apalagi antar kecamatan itu pula mengikuti dinamika Covid-19 dalam wilayah masing-masing, ” ujarnya.

Jumeri juga menekankan kalau PTM terbatas tidak sama dengan pembelajaran seperti sebelum pandemi. Pelaksanaannya tidak spontan dan tidak dipaksakan atau diwajibkan untuk semua sekolah. “Konsep yang benar adalah mengatur PTM terbatas dengan mengendalikan jumlah peserta didik pada setiap rombongan melancarkan maksimal jumlahnya separuh sebab total peserta didik di kelas. Ada pengaturan tenggang, peserta didik tidak harus setiap hari datang ke sekolah, dan sekolah menganjurkan materi yang esensial di saat PTM terbatas, ” jelasnya.

Kepala Sekolah bisa mengoptimalkan penggunaan ruang pada sekolah, khususnya ruang terbuka untuk digunakan sebagai tempat belajar dalam PTM terbatas. “Kunci dari pencegahan penularan adalah ventilasi di posisi yang sirkulasi udaranya menawan. Nah, ini taman-taman yang kita miliki di sekolah, kemudian lapangan-lapangan yang dimiliki itu bisa dimanfaatkan buat menambah kapasitas, ” membuka Jumeri.

Bagi orang tua yang belum terlalu nyaman dan yakin mengirimkan anak-anaknya ke sekolah, dapat tetap memilih penelaahan jarak jauh (PJJ). “Dengan demikian, sekolah juga menetapkan memfasilitasi pembelajaran secara PTM terbatas dan PJJ, ” kata Jumeri.

Pokok Sukses PTM Terbatas

Membaca Juga: Simak 5 Tips Belajar Daring Agar Tidak Gampang Stres!

Jumeri menyebut, kunci sukses PTM terbatas terletak pada kebiasaan penerapan aturan kesehatan secara ketat. Untuk itu, budaya bersih dan sehat oleh warga sekolah sangat penting dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Dia menyarankan agar di minggu-minggu pertama PTM terbatas, sekolah lebih menekankan pada membuat karakter budaya bersih dan sehat terlebih dahulu.