Categories
Info

KKP Tangkap Kapal Pencurian Ikan Myanmar di Perairan Celah Malaka

Suara. com – Kementerian Kelautan Perikanan/KKP melalui Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP Pangkalan Lampulo, Banda Aceh menangkap empat nelayan Myanmar beserta kapal tanpa bendera kebangsaan di selat Selat Malaka.

Suara. com – Kementerian Kelautan Perikanan/KKP melalui Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP Pangkalan Lampulo, Banda Aceh menangkap empat nelayan Myanmar beserta kapal tanpa bendera kebangsaan di selat Selat Malaka.

“Empat nelayan beserta kapal penangkap ikan mereka ditangkap karena menangkap ikan secara ilegal pada perairan Selat Malaka, wilayah Indonesia, ” kata Kepala PSDKP Pangkalan Lampulo Banda Aceh Basri, Kamis (29/7/2021).

Basri mengucapkan penangkapan nelayan beserta kapalnya berlangsung pada Rabu (28/7) pukul 12. 50 oleh kapal patroli KKP KP Hiu 2 dengan komandan Novry Sangian. Kapal secara nama PKFB 1603 secara bobot 34, 86 gross ton (GT). Kapal zaman ditangkap bendera kebangsaan.

Dibanding pemeriksaan awal, kapal penangkap tersebut menggunakan alat tangkap trawl atau pukat harimau yang dilarang digunakan dalam perairan Indonesia, kata Basri.

Membaca Juga: Idul Adha, Menteri Trenggono Berkurban Sapi Limosin 1, 3 Ton

Empat nelayan Myanmar yang merupakan bani buah kapal tersebut yaitu Win Oo (32), nakhoda kapal, tidak memiliki paspor, Nay Min (27), bani buak kapal, memiliki paspor.

“Serta Kyaw Hiet (27), sebagai anak buak pesawat, tidak memiliki paspor, serta Zaw Min (23), pengikut kapal, tidak memiliki paspor, ” ujar Basri.

Lantaran hasil pemeriksaan kapal beserta awaknya, kata Basri, ditemukan pelanggaran yakni tidak memiliki dokumen perizinan sah sebab Pemerintah Republik Indonesia.

“Kapal tersebut juga menggunakan trawl yang dilarang. Kemudian daftar kru tak ada, menangkap ikan di perairan Selat Malaka landas kontinen Zona Ekonomi Kurang Indonesia, ” tutur Basri.

Serta alat pelacak stagnan yang mengindikasikan untuk menghilangkan jejak saat menangkap ikan di perairan Selat Malaka landas kontinen Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Baca Juga: Alhamdulillah, KKP Sokong Bantuan Ikan Untuk Awak Yang Isoman di Bogor

“Kini, kapal penangkap ikan beserta empat nelayan warna negara Myanmar itu dibawa ke Pos PDSKP Langsa guna pemeriksaan lebih lanjut, ” katanya. (Antara)