Categories
Info

Klaster Baru, Pemprov DKI: 385 Karakter Positif Corona Saat Libur Panjang

Suara. com – Momentum libur panjang dengan bertepatan pada perayaan HUT RI 17 Agustus dan Tahun Perdana Islam 1 Muharram hingga Terlanjur Bersama di akhir pekan ternyata bisa membawa petaka. Pasalnya libur panjang yang membuat banyak warga berpergian ke tempat wisata berpengaruh pada penularan Covid-19. Sehingga menaikkan kasus baru pasien positif virus corona di DKI Jakarta.

–>

Pandangan. com – Paksa libur panjang yang bertepatan dalam perayaan HUT RI 17 Agustus dan Tahun Baru Islam 1 Muharram hingga Cuti Bersama di akhir pekan ternyata bisa membawa petaka. Pasalnya libur panjang yang membuat banyak warga berpergian ke tempat wisata berdampak pada penularan Covid-19. Sehingga menambah kasus perdana pasien positif virus corona dalam DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengutarakan selama masa libur panjang, pihaknya mendapatkan cukup banyak spesimen buat diperiksa.

“Hasilnya ditemukan 385 pasien terkonfirmasi membangun Covid-19, ” Dwi dalam masukan tertulis, Minggu (30/8/2020).

Angka 385 karakter positif itu menyumbang penambahan penderita corona DKI Jakarta terbanyak utama hari ini, Minggu (30/8/2020). Hasil pemeriksaan satu pekan belakangan yang dilaporkan hari ini, ada 1. 114 pasien baru.

Karena itu beberapa besar terpapar Covid-19 saat libur panjang atau long weekend pada membentangkan waktu 16 – 22 Agustus 2020 lalu. Ia menyimpulkan peristiwa ini karena dihitung mundur cocok masa inkubasi tersering 6 keadaan, lalu pasien mengakses pemeriksaan polymerase chain reaction atau PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi berlaku pada 16-17 Agustus 2020.

Angka pengambilan spesimen pada 27 Agustus serupa cukup tinggi, hal ini pengaruh long weekend dua minggu berturut-turut.

“Perlu adanya kewaspadaan dan usaha bersama, cantik oleh Pemerintah maupun masyarakat, dalam melihat tren kenaikan kasus itu, ” ujarya.

Selain itu, untuk penambahan kasus hari ini, 57 persen di antaranya atau sebanyak 630 kasus terakhir adalah hasil tracing Puskesmas. Artinya dilakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif.

Tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6, artinya dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat bakal diperiksa/dites PCR . Sedangkan, dari active case finding yang dilakukan Puskesmas, ditemukan 6 kasus baru.

“Sementara, dari passive case finding (periksa sendiri) di RS dan klinik ditemukan sebanyak 478 kasus anyar, ” jelasnya.