Categories
Info

Kontras: Setahun Terakhir 309 Peristiwa Penembakan Dilakukan Oleh Penjaga

Pandangan. com – Hasil penilikan Komisi untuk Orang Lelap dan Korban Tindak Kebengisan atau KontraS terhadap akuntabilitas Polri periode Juni 2020–Mei 2021 menunjukkan sebanyak 651 tindakan kekerasan dilakukan oleh kepolisian. Dari angka tersebut, tindakan penembakan lah yang paling banyak dilakukan.

Perkataan. com – Hasil pemantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Target Tindak Kekerasan atau KontraS terhadap akuntabilitas Polri masa Juni 2020–Mei 2021 menunjukkan sebanyak 651 tindakan kebengisan dilakukan oleh kepolisian. Sejak angka itu, tindakan penembakan lah yang paling banyak dilakukan.

Staf Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Rozy Brilian menjelaskan tindakan penembakan kerap dilakukan aparat kepolisian saat menindak pelaku kriminal. Setidaknya terdapat 13 orang tewas dan 98 karakter luka-luka.

“Polres yang paling banyak yakni 250 penembakan, di Polda 59 penembakan, ” kata Rozy dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube KontraS, Rabu (30/6/2021).

Di sisi lain, Rozy pula menganggap adanya mekanisme pengawasan yang berjalan tidak cara dan efisien dari level atas ke polres, pada hal ini Polda. Walaupun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengeluarkan kalender prioritas terkait kekerasan, tetapi hal tersebut tidak menyampaikan perbaikan yang signifikan.

Baca Selalu: KontraS Soroti Penembakan yang Dilakukan Penjaga: Banyak Tidak Sesuai Prosedur

Dari data tersebut, KontraS melihat banyaknya lagak penembakkan tersebut dikarenakan penerapan kewenangan yang tidak cocok prosedur dan malah dikerjakan dengan semena-mena. Selain penembakan, terdapat pula tindakan kekerasan lainnya semisal penangkapan, pengniayaan, pembubaran paksa dan yang lain.

“Angka ini konsisten tetap tinggi dari tahun ke tahun. Walau kepolisian memiliki instrumen upaya preventif, nampaknya kami lihat itu tak pernah jadi acuan, pra ambil tindakan yang dianggap perlu, ” tuturnya.