Categories
Info

Menimbulkan Guru SD Penyebar Hoaks Presiden Israel Disanksi Berat, PDIP: Biar Jera!

Suara. com – Bagian DPRD DKI Jakarta bagian PDIP, Ima Mahdiah menodong agar guru penyebar berita bohong atau hoaks perkara eks Presiden Israel Shimon Peres disanksi berat. Tujuannnya agar memberikan efek insaf kepada guru itu.

Suara. com – Bagian DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Ima Mahdiah meminta agar guru penyebar informasi bohong atau hoaks soal eks Presiden Israel Shimon Peres disanksi berat. Tujuannnya agar memberikan efek insaf kepada guru itu.

Ima mengatakan, berdasarkan informasi daripada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana, guru penyebar hoaks itu telah minta maaf. Selain itu dibuat juga surat pemberitahuan di atas materai tak akan mengulanginya lagi.

“Bu kadis langsung cross check ke Kasudin Jaksel, benar memang itu gurunya, sudah tanda tangan materai minta maaf, ” kata Ima saat dihubungi, Selasa (25/5/2021).

Kendati serupa itu, Ima menilai permintaan maaf saja tidak cukup. Ia meminta agar guru dengan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu diberikan sanksi lain seperti larangan naik jabatan untuk periode tertentu dan pemotongan tunjangan.

Baca Serupa: Pengamat Politik Sebut Pesan Tersembunyi Ganjar: PDIP Jangan Salah Kiprah!

“Kita harus bergurau efek jera. Contoh sebelumnya guru SMAN 58 itu, 2 tahun tidak mampu naik jabatan, beberapa bulan tidak bisa naik TKD. Ini juga harus ada efek jera, ” kata Ima.

Dengan memberikan buntut jera, orang akan bekerja ulan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Apa lagi jika dilakukan oleh para guru yang merupakan guru anak-anak.

“Kalau saya gerangan maunya diganti (dipecat), sedang banyak guru-guru yang dengna moril dan pikiran masih murni, itu kan sedang banyak orang menjadi tutor, mau jadi PNS, ” ucap Ima.

Karena alasan kemanusiaan, Ima menilai sanksi tidak perlu sampai dipecat. Namun ia akan memantau Disdik pada pemberian sanksi. Jika dirasa kurang akan dilakukan pemanggilan oleh DPRD.

“Nanti lantaran fraksi PDIP usulkan ke ketua Komisi untuk memanggil bu kadis karena kemarin kita menyerahkan ke dinas pendidikan dulu. Kalau benar tidak puas, kita mendatangkan lagi, ” pungkasnya.

Baca Pula: Ganjar vs Puan Mencuat, PDI Perjuangan Klaim Fokus Tangani Pandemi Covid-19