Categories
Info

Menteri Nadiem Izinkan Praktik Tatap Muka Pelajar SMK di Semua Daerah

Suara. com – Menteri Pendidikan dan Kultur Nadiem Makarim menyampaikan ada pengecualian pembukaan sekolah bagi jenjang Madrasah Menengah Kejuruan (SMK) yang diperbolehkan beroperasi di semua zona abang sampai hijau atas kepentingan praktikum.

–>

Perkataan. com – Gajah Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan ada pengecualian pembukaan sekolah bagi jenjang Sekolah Menengah Keahlian (SMK) yang diperbolehkan beroperasi pada semua zona merah sampai hijau atas kepentingan praktikum.

Nadiem menjelaskan kecendekiaan ini sama seperti yang diterapkan terhadap perguruan tinggi di mana setiap SMK boleh membuka sekolah untuk siswa yang akan praktik, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau di SMK atau perguruan agung ada project praktik yang harus menggunakan mesin, laboratorium, dan lain-lain. Itu diperkenankan ke sekolah untuk melaksanakan tugas tersebut. Apalagi yang dapat menentukan kelulusan mereka, ” kata Nadiem dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/8/2020).

Sementara kegiatan menelaah mengajar teori tetap harus dikerjakan secara jarak jauh, kecuali SMK yang terletak di zona kuning dan hijau Corona diperbolehkan.

“Pembelajaran teori dan mata pelajaran teori harus di lakukan dengan PJJ, ” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi memperbolehkan daerah yang termasuk dalam zona kuning dan hijau untuk mengambil pembelajaran tatap muka di madrasah pada masa pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah merevisi Surat Keputusan Berhubungan 4 Menteri; Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan tubuh, dan Menteri Dalam Negeri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tarikh Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 3 Agustus 2020 di zona kuning dan hijau berjumlah 276 kabupaten/kota dan terdapat 43 persen pengikut didik di dalamnya.

Nadiem menegaskan kesimpulan pembukaan sekolah harus melalui izin dan pengawasan yang ketat dari Pemerintah Daerah dan Satgas Covid-19 setempat, dan yang paling penting persetujuan dari orang tua buat mengembalikan pendidikan anaknya ke madrasah.

Nadiem memaparkan kebijakan ini ditujukan buat Sekolah Dasar (SD/MI/SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), dan Sekolah Membuang Atas (SMA/MK/SMK/MAK).