Categories
Info

Nusantara Jangan Buru-buru Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Suara. com kepala Guru Besar Hukum Universal UI Hikmahanto Juwana mengucapkan Indonesia harus menunggu & tidak perlu tergesa-gesa di dalam memberikan pengakuan kepada pemerintahan baru di Afghanistan. “Pasca-pejuang Taliban menyatakan telah menguasai Ibu Kota Afghanistan dalam Minggu malam lalu, Indonesia perlu menunggu beberapa masa untuk mengakui pergantian pemerintah mengingat hingga saat tersebut belum ada kepastian sapa yang…

Suara. com – Tutor Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan Nusantara harus menunggu dan tak perlu tergesa-gesa dalam menganjurkan pengakuan kepada pemerintahan segar di Afghanistan.

“Pasca-pejuang Taliban menyatakan telah menguasai Ibu Kota Afghanistan pada Minggu malam lalu, Indonesia perlu menunggu beberapa saat buat mengakui pergantian pemerintah memikirkan hingga saat ini belum ada kepastian siapa dengan menjadi pemimpin dalam pemerintahan, ” ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Dalam hukum internasional pergantian pemerintahan ada dua mekanisme, kata dia.

“Pertama secara konstitusional dan inkonstitusional. Kalau konstitusional maka pancaroba pemerintah berproses berdasarkan konstitusi, ” ujar Rektor Universitas Jenderal A. Yani tersebut.

Baca Juga: Menumpang Pesawat Amerika, Ratusan Warga Afghanistan Tinggalkan Kabul

Sementara yang inkonstitusional ialah pergantian pemerintah yang tak berdasarkan konstitusi di suatu negara. Ini yang cukup terjadi di Afghanistan.

“Oleh karenanya perlu ditunggu kaum saat sehingga Indonesia cakap siapa individu yang menjelma pemegang kekuasaan di Afghanistan, ” kata dia.

Dia mengatakan ada tiga aspek yang menjadi pertimbangan. Perdana adalah konstelasi internal di Afghanistan sendiri. Kedua pendirian masyarakat internasional. Terakhir merupakan pertimbangan politis internal di Indonesia.

Bentuk pengakuan Indonesia bisa dengan tegas tapi bisa serupa secara diam-diam kepada tadbir baru di Afghanistan, kata pendahuluan dia.

“Tegas di sini adalah Indonesia menyatakan ataupun memberi selamat kepada pemerintahan baru, ” kata tempat.

Membaca Juga: Pokok Kota Kabul Usai Dikuasai Taliban: Lengang, Perempuan Masih Ada di Luar

Sementara diam-diam maksudnya minus ada pernyataan, namun Indonesia sudah berhubungan dengan pemerintah baru di Afghanistan.