Categories
Info

Ombudsman Minta Orang Tua Murid Legawa Ikuti Proses PPDB DKI 2020

Suara. com – Ombudsman RI meminta wali murid untuk legawa dan mengikuti proses seleksi Tanggapan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan Dinas Pelajaran DKI.

–>

Bahana. com – Ombudsman RI meminta orang tua pengikut untuk legawa dan mengikuti metode seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 serasi dengan aturan yang sudah ditetapkan Dinas Pendidikan DKI.

Kepala Perwakilan Ombudsman Wilayah DKI Jakarta Teguh Nugroho menyatakan bahwa setelah mereka memeriksa Kepala Disdik DKI Nahdiana di Kamis (2/7/2020) kemarin, ternyata penyelenggaraan PPDB DKI 2020 tidak maladministrasi sehingga bisa tetap dilanjutkan dengan aturan yang ditetapkan.

Teguh kemudian berniat orang tua murid yang merasa anaknya memiliki prestasi tinggi dapat mendaftarkan diri ke jalur hasil yang memang sudah disediakan istimewa bagi anak berprestasi.

“Menurut saya jika orang tua merasa anaknya berprestasi masuklah lewat jalur prestasi, madrasah ini kan bukan hanya sekolah negeri tapi juga sekolah swasta. Disdik juga sudah menyampaikan kalau pemprov dki akan memperbaiki status sekolah swasta supaya memiliki penumpil yang sama dengan sekolah kampung lewat sekolah kolaborasi, ” kata pendahuluan Teguh saat dihubungi Suara. com, Jumat (3/7/2020).

Menurut hasil pemeriksaan ombudsman, Petunjuk Teknis PPDB 2020 di dalam Surat Keputusan Dinas Pendidikan DKI nomor 501/2020 sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kultur nomor 44/2020.

“Sebetulnya kan permendikbud 44/2019 itu kan aturan umum, jadi acuan umum itu ada prinsip-prinsip yang harus ada dan ada prinsip-prinsip yang harus disesuaikan dengan persoalan daerah masing-masing, ” ucapnya.

Taat menyebut DKI telah menyelenggarakan PPDB dengan sesuai, sebab DKI telah menyeleksi jarak dengan zonasi klaster kelurahan kemudian baru diseleksi berdasarkan usia tertua ke yang muda.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan keluhan wali murid yang menilai PPDB DKI 2020 lebih mengutamakan usia ketimbang jarak.

“Jadi ada ketersesuaian antara Juknis 501 itu dengan pelaksanaan pada lapangan, karena pertama kali itu menetapkan zonasi dulu, baru lalu dia diurutkan berdasarkan usia, ” tegasnya.

Teguh menambahkan jika orang primitif murid meminta Disdik DKI untuk menggunakan acuan nilai setelah jangka dalam seleksi jalur zonasi maka hal itu tidak ada bedanya dengan jalur lainnya yakni salur prestasi.

“Persoalannya tahun kemarin itu ketika dilakukan zonasi dengan nilai UN yang terjadi adalah zonasi mengecap prestasi, yang masuk di wilayah zonasi tahun kemarin itu merupakan anak-anak dengan prestasi akademik, artinya itu bukan jalur zonasi akan tetapi prestasi, ” tuturnya.

Penyelenggaraan seperti tersebut, kata Teguh, adalah tindakan maladministrasi yang sudah dilakukan Disdik DKI pada PPDB tahun lalu.