Categories
Info

Padahal Penuhi Ketersediaan Obat Covid-19, Luhut Ancam Para Produsen Nakal

Suara. com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Memenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah tengah berusaha untuk mengisbatkan ketersediaan obat Covid-19 tercukupi. Karena itu ia mengancam bakal menindak tegas para-para produsen obat yang kasar di tengah kondisi sesuai ini.

Suara. com – Menteri Koordinator tempat Kemaritiman dan Investasi atau Memenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah sedang berusaha untuk memastikan ketersediaan obat Covid-19 tercukupi. Sebab itu ia mengancam bakal menindak tegas para produsen obat yang nakal pada tengah kondisi seperti itu.

“Kami akan menambah total pasokan obat. Sekarang beta sedang kerja keras buat hal itu, ” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7/2021).

Luhut sudah mengetahui kalau harga obat yang diperlukan di tengah pandemi Covid-19 melambung tinggi. Pun ada beberapa obat yang malah menjadi langka di pasaran.

Karena itu pemerintah meniti Kementerian Kesehatan sudah menetapkan harga eceran tertinggi ataupun HET 11 obat pada masa pandemi Covid-19. Penetapan HET itu tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK. 01. 07/MENKES/4826/2021.

Baca Selalu: Menko Luhut Minta Penambahan Kapasitas Oksigen untuk Pasien Covid-19 Dipercepat

Harga tersebut merupakan harga jual tertinggi yang dijual melalui apotik, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan dengan berlaku di Indonesia.

Secara adanya peraturan HET 11 obat itu, Luhut menodong kepada Bareskrim, Kejaksaan Terkenal dan Kejaksaan Tinggi buat dapat menindak tegas pada pelaku-pelaku yang menaikkan harga obat di luar kaidah.

“Lakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap kasus-kasus importir atau produsen & distributor, sehingga terjadi kelangkaan di apotik, ” tegasnya.

Selain itu, guna menghadapi estimasi lonjakan kasus harian, pemerintah mau mendorong komitmen produsen di dalam percepatan produksi obat Covid-19 baik yang diperoleh dengan impor maupun produksi di negeri.

Berikut ini 11 obat yang ditetapkan harga eceran tertinggi:

Baca Juga: Daftar Perusahaan yang Karyawannya Boleh Kerja pada Kantor saat PPKM Darurat

1. Favipiravir 200 mg (tablet) Rp 22. 500 per tablet
2. Remdesivir 100 mg (injeksi) Rp 510. 000 per vial
3. Oseltamivir 75 mg (kapsul) Rp 26. 000 bagi kapsul
4. Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml (infus) Rp 3. 262. 300 per vial
5. Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml (infus) Rp 2. 965. 000 per vial
6. Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml (infus) Rp 6. 174. 900 per vial
tujuh. Ivermectin 12 mk (tablet) Rp 7. 500 semenjak tablet
8. Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus) Rp 5. 710. 600 per vial
9. Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus) Rp 1. 162. 200 per vial
10. Azithromycin 500 mg (tablet) Rp 1. 700 per tablet
11. Azithromycin 500 mg (infus) Rp 95. 400 semenjak vial