Categories
Info

Pandemi Covid-19 Belum Reda, MUI Mengimbau Masyarakat Tak Ziarah Kubur Zaman

Suara. com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada umat Muslim di Indonesia untuk tidak melakukan ziarah kubur menjelang Bulan berkat 1441 hijriyah. Imbauan tersebut diberikan mengingat saat ini dalam status pandemi COVID-19.

–>

Pandangan. com – Perhimpunan Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada umat Muslim di Indonesia buat tidak melakukan ziarah kubur menjumpai Ramadan 1441 hijriyah. Imbauan tersebut diberikan mengingat saat ini dalam situasi pandemi COVID-19.

“Ziarah kubur ialah amalan yang sangat baik karena mengingatkan pada kematian. Namun, mengingat pandemi COVID-19 kemungkinan belum mereda maka sebaiknya ziarah kubur menghadap Ramadan ditiadakan, ” kata Pemangku Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi melalui keterangan tertulis dengan diterima di Jakarta, Sabtu.

Agenda ziarah ke makam orang tua, kerja dan saudara yang telah wafat tersebut, kata dia, dapat diganti dengan berdoa dari rumah masing-masing.

“Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun, ” ujarnya.

Tindakan yang cocok sebaiknya juga dilakukan yaitu konvensi silaturahmi jelang Ramadhan. Menurutnya, melakukan silaturahmi kepada orang tua dengan masih hidup, saudara, kerabat dan teman-teman untuk saling memaafkan penting dilakukan agar umat memasuki kamar puasa dengan hati yang bersih.

Namun, dalam situasi pandemi COVID-19 sebaiknya hal itu cukup dilakukan menggunakan media sosial atau media daring mengingat masih ada kebijakan buat menerapkan pembatasan jarak fisik serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, MUI juga menaikkan umat Islam untuk melakukan kira-kira hal di antaranya menata niat yang baik dan menyambutnya secara ikhlas serta penuh sukacita.

“Sebab Rasulullah SAW bersabda barang siapa yang bergendang dengan datangnya bulan Ramadhan, Tuhan akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka, ” kata tempat.

Lalu, umat Muslim hendaknya sebelum mengikuti bulan Ramadhan yaitu bulan Rajab dan Sya’ban sudah mulai melatih diri dengan melaksanakan amalan-amalan sunat misalnya berpuasa, membaca Al Quran, memperbanyak sedekah dan zakat mal atau harta.

Khusus untuk mengeluarkan derma harta pada saat pandemi COVID-19 dianjurkan untuk disegerakan sepanjang sudah memenuhi nisabnya. Sebab, hal tersebut membantu masyarakat yang terdampak.

Begitu juga dengan zakat fitrah sebaiknya dibayarkan pada awal bulan Ramadan serta tidak harus menunggu sampai akhir bulan suci tersebut, ujarnya. ( Antara )

Baca juga Keluaran HK