Categories
Info

Pelaku Migran Indonesia di Taiwan Lukai Majikan, Kemlu Pastikan Pendampingan Hukum

Suara. com – Sebuah video beredar di media sosial yang menunjukkan seorang pekerja migran asal Indonesia di Kota Yilan, Taiwan diduga menyiksa majikannya. Dalam video yang diunggah akun @camerapenjurunews di Instagram, tampak pekerja migran mengoyak leher nenek yang dijaganya dengan pisau dapur.

Suara. com semrawut Sebuah video beredar di media baik yang memperlihatkan seorang pekerja migran asal Indonesia dalam Kota Yilan, Taiwan diduga menyiksa majikannya.

Dalam gambar yang diunggah akun @camerapenjurunews di Instagram, tampak pekerja migran melukai leher emak yang dijaganya dengan badik dapur.

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran gambar tersebut, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengakui telah mendapat informasi.

Judha mengatakan, Kemenlu telah berkoordinasi dengan Biro Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei terkait dugaan kasus seorang PMI yang melukai majikan.  

Mengaji Juga: Indonesia Mengirimkan 271 Pekerja Migran ke Jepang

“Kemlu telah berkoordinasi dengan Dewan Dagang dan Ekonomi Nusantara (KDEI) di Taipei terkait dugaan kasus seorang PMI yang melukai majikannya, ” ujar Judha saat dikonfirmasi Suara. com, Selasa (10/8/2021) malam.

Judha menuturkan kalau PMI yang menyerang majikannya berinisial PL, saat itu sudah ditahan oleh pihak kepolisian setempat.  

Adapun majikannya yang merupakan seorang nenek, mengalami luka serta harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“KDEI mendapat informasi kalau PMI dengan inisial PL telah menyerang majikannya memakai pisau dapur. Majikan mengalami luka dan harus memperoleh perawatan di rumah kecil setempat. Sedangkan PL zaman ini dalam tahanan bagian kepolisian, ” kata dia 

Tak hanya itu, Judha mengatakan KDEI Taipei, telah meminta akses untuk bertemu dengan pekerja migran tersebut. KDEI kata Judha serupa telah menghubungi pihak agensi penyalur.

Baca Juga: Ratusan Pekerja Migran Asal NTT Telantar di Nunukan, Butuh Pertolongan!

“KDEI telah meminta akses pada kepolisian setempat untuk bersemuka dengan PL. KDEI serupa telah menghubungi pihak agensi, ” tutur Judha.