Categories
Info

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Kurungan Seumur Hidup

Pandangan. com – Pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ezzat, divonis penjara seumur hidup atas tuduhan terorisme. Dia juga diyakini memicu laku kekerasan setelah Presiden Mohamed Morsi digulingkan tahun 2013.

Suara. com – Atasan tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ezzat, divonis penjara seumur hidup atas tuduhan terorisme. Ia juga diyakini memicu aksi kekerasan setelah Pemimpin Mohamed Morsi digulingkan tarikh 2013.

Pengadilan Mesir dalam hari Kamis (08/04) memerosokkan vonis kepada pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ezzat, secara hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan terorisme.

Menurut laporan surat kabar Al-Ahram yang dikelola pemerintah, Ezzat dihukum tempat tuduhan terorisme terkait gerak-gerik kekerasan setelah militer menggulingkan Presiden Mesir Mohamed Morsi pada Juli 2013.

Ezzat ditangkap di Kairo di Agustus tahun lalu. Bilamana penangkapan, polisi menemukan perangkat lunak terenkripsi di apartemennya yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anggota Ikhwanul yang lain baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Arab Saudi Giatkan Kampanye Meredam Ikhwanul Muslimin

Sebelumnya pihak berwenang yakin dia telah membiarkan Mesir. Daftar tuduhan terhadap Ezzat dinyatakan bersalah sebab terbukti memasok senjata semasa proses konfrontasi antara pembantu dan penentang Ikhwanul Muslimin.

Dia juga dituduh terkebat dalam pembunuhan mantan Jaksa Agung Hisham Barakat tarikh 2015. Pengacara Ezzat belum berkomentar mengenai vonis tersebut.

Namun, Ikhwanul Muslim mengucapkan pihak berwenang Mesir medium mengejar “tuduhan politik palsu” terhadap Ezzat.

Pada tahun 2015, Ezzat pernah dijatuhi hukuman tewas dan penjara seumur hidup. Dia telah menjabat jadi pimpinan tertinggi organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin di Mesir dari tahun 2013 mematok penangkapannya pada Agustus tarikh lalu.

Kelompok yang selalu dikenal dengan nama Muslim Brotherhood atau Persaudaraan Muslim ini didirikan oleh Hassan al-Banna di kota Ismailia, Mesir pada tahun 1928, dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Mesir.

Membaca Juga: Gus Miftah: Terbaru Ada yang Mengaku Islam 212, Fastabiqul Khoirot!

Bagaimana pemerintah Mesir menindak Ikhwanul Muslimin?

Jenderal Angkatan Darat Abdel Fatah el-Sissi, yang menjabat sebagai Presiden Mesir semenjak 2014, telah menerapkan berbagai cara untuk menindak para pendukung Ikhwanul Muslimin.

Di Agustus 2013, pasukan kesejahteraan dan militer di lembah kepemimpinan el-Sissi membunuh ratusan demonstran pro-Morsi dan Muslim Brotherhood di distrik Kota Nasr Kairo, yang sejak itu disebut Pembantaian Raaba.

Hakim Pengadilan Mesir telah menjatuhkan ratusan hukuman stagnan kepada anggota Ikhwanul Muslimin dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pemerintah Mesir pula diduga menggunakan tindak peniadaan paksa untuk menindak oposisi. ha/ae (AP, AFP, Reuters)