Categories
Info

Pengesahan Mengejutkan Petugas Rapid Test Bandara Peras dan Cabuli Penumpang

Suara. com – Polisi akhirnya mengungkap kesimpulan di balik aksi bejat perseorangan petugas rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Eko Firstson Y. S yang berani meniadakan hingga memeras calon penumpang perempuan berinisial LHI (23).

–>

Suara. com – Polisi akhirnya mengungkap motif di balik lagak bejat oknum petugas rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Eko Firstson Y. S dengan berani melecehkan hingga memeras calon penumpang wanita berinisial LHI (23).

Kepada polisi, alasan tersangka melakukan gerak laku tak terpuji itu adalah pasal nafsu sesaat.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta Kompol Alexander Yurikho mengutarakan, selain karena nafsu sesaat, simpulan Eko juga berani memeras objek karena ingin memperoleh penghasilan lebih.

“Nafsu sesaat dan ingin mendapatkan uang lebih, ” kata Alex masa dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).

Menurut Alex, sejauh ini penyidik juga masih memeriksa kasus tersebut. Salah satunya terkait ada tidaknya korban lain sejak tindakan asusila dan pemerasan tersangka.

Meskipun demikian, Alex menyebut berdasar hasil penjagaan sementara, tersangka Alex mengaku gres pertama kali melakukan perbuatan itu.

“Tersangka ngaku baru pertama kali, ” katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pendalaman dan tidak semata-mata hanya berdasar pada pengakuan tersangka. Tempat juga meminta kepada masyarakat dengan merasa menjadi korban lainnya mampu melapor ke polisi.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan aksi pidana apapun jangan ragu melaporkan ke Polresta Bandara Soetta, ” ujarnya lagi.

Penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta sebelumnya menangkap tersangka Eko di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9). Dia ditangkap bersama wanita dengan diduga istirnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika itu mengungkapkan bahwa tersangka Eko melarikan diri ke Sumatera Utara usai mengetahui kasusnya viral di media sosial. Dia melarikan diri dari Jakarta dengan menggunakan transportasi umum.

“Hasil pemeriksaan awal saat di TKP dia mengaku bahwa mendengar adanya cuitan (Twitter) kemudian langsung melarikan diri menggunakan kendaraan umum ke Sumatera Utara, ” sirih Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/9).

Dalam perkara itu, penyidik menjerat tersangka Eko dengan pasal berlapis. Selain dijerat secara pasal penipuan, ia juga dijerat dengan pasal pencabulan dan eksploitasi.

Penetapan status tersangka terhadap yang bersentuhan dilakukan gelar perkara dan menggalang sejumlah barang bukti yang pas.

Beberapa bahan bukti yang diamankan misalnya petunjuk transfer dari m-banking korban ke rekening tersangka dan kamera pengintai atau CCTV yang berada dalam lokasi kejadian.