Categories
Info

Polri Belum Terima Surat Kuasa Otto Hasibuan Jadi Pengacara Djoko Tjandra

Suara. com – Terpidana korupsi pengalihan sah tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra telah menunjuk praktisi hukum Otto Hasibuan sebagai pengacaranya untuk menangani perkara kasus surat jalan palsu alias ‘surat sakti’ yang diterbitkan├é eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Penuh Prasetijo Utomo.

–>

Perkataan. com – Terpidana korupsi pengalihan hak tagih ataupun cessie Bank Bali, Djoko Tjandra telah menunjuk praktisi hukum Otto Hasibuan sebagai pengacaranya untuk menangani perkara kasus surat jalan buatan alias ‘surat sakti’ yang diterbitkan  eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo.  

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, hal itu disampaikan Djoko Tjandra saat diperiksa Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri pada Jumat (31/7/2020).

Namun, Awi menguatkan hingga kekinian pihaknya belum menyambut surat kuasa atas penunjukan Otto sebagai pengacara dari Djoko Tjandra.

“Menurut JST bahwa yang bersangkutan telah menunjuk Otto Hasibuan sebagai pengaruh hukum dalam menghadapi perkara dalam Bareskrim Polri. Namun demikian, sampai dengan saat ini penyidik belum melihat surat kuasanya, ” kata Awi kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Tengah itu, Awi mengemukakan, dalam perkara skandal kasus surat sakti, Djoko Tjandra masih berstatus sebagai bukti. Kini yang bersangkutan pun telah mendekam di Lapas Salemba bagian Rutan Bareskrim Polri untuk memudahkan proses pemeriksaan.

“Jadi statusnya bukan merupakan tahanan penyidik. Ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri agar mempermudah penjagaan yang bersangkutan terkait kasus surat jalan palsu, ” ujar Awi

“Pada intinya ini adalah untuk memudahkan, mendekat ke penyidik, ” imbuhnya.

Sebelumnya, Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (30/7/2020) suangi. Penangkapan terhadap buronan kelas kakap Kejaksaan Agung RI atas kerjasama antara Polri dengan kepolisian Diraja Malaysia.

Ketika itu, Djoko Tjandra dijemput langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Malaysia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Setibanya pada Bandara Halim Perdanakusuma, Djoko Tjandra yang mengenakan pakaian tahanan oranye dengan celana pendek dan lengah terikat itu langsung digelandang ke Bareskrim Polri.