Categories
Info

Profil Yahya Waloni, Penceramah Terbujur di Rumah Sakit dengan Selang Oksigen

Pandangan. com – Profil Yahya Waloni saat ini cukup ramai diperbincangkan oleh publik. Sebab telah beredar sebuah foto di media sosial diduga Ustadz Yahya Waloni sakit pakai selang oksigen dan terbaring di suatu ranjang rumah sakit.

Suara. com berantakan Profil Yahya Waloni saat ini padahal ramai diperbincangkan oleh jemaah. Sebab telah beredar sebuah foto di media baik diduga Ustadz Yahya Waloni sakit pakai selang oksigen dan terbaring di suatu ranjang rumah sakit.

Siapa Yahya Waloni ini sebenarnya? Bagaimana latar belakang & karier Yahya Waloni? Simak penjelasan tentang profil Yahya Waloni yang dirangkum Suara. com dari berbagai sumber dibawah ini.

Profil Yahya Waloni 

Yahya Yopie Waloni atau yang lebih dikenal Yahya Waloni adalah seorang penceramah berdarah Minahasa. Ia muncul di Manado, 30 November 1970. Saat ini Yahya Waloni berusia 50 tahun.

Mengucapkan Juga: Yahya Waloni Doakan Jokowi Tertinggal, Sebut Paling Bagus Diganti Sosok Ini

Sapa yang menyangka ternyata Yahya Waloni tumbuh besar pada keluarga Kristen yang taat. Meskipun kini profesinya jadi penceramah, namun dia tidak berasal dari keluarga muslim.

Bahkan Ustadz  Yahya Waloni sebelum menjadi seorang penceramah merupakan seorang pendeta. Sebelumnya ia terdaftar sebagai resi pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Desa Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Selama menjadi pendeta ia dikenal dengan frontal serta kontroversi.

Hingga Yahya Waloni memeluk agama Islam pada Rabu, 11 Oktober 2006 menggunakan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli dengan bernama Komarudin Sofa. Ia memeluk agama Islam juga berhubungan istri dan anak-anaknya.

Mengganti Namanya, Istri dan Anak-Anaknya

Setelah memeluk agama Agama islam, Yahya Waloni mengganti namanya menjadi Muhammad Yahya. Tanda istri Yahya Waloni sebab Lusiana menjadi Mutmainnah.

Baca Serupa: Ustaz Yahya Waloni Masuk RS, Denny Siregar Bahas Anjing Dengan Ditabrak

Nama anak-anaknya juga diganti dari Silviana menjadi Nur Hidayah, lalu Sarah menjadi Siti Sarah. Kemudian anaknya yang bernama Zakaria tetap menggunakan tanda tersebut.