Categories
Info

Sarana Masuk Lagi ke Jabodetabek saat Arus Balik Lebaran 2021

Suara. com semrawut Dalam rangka menghadapi aliran balik Lebaran 2021, Polda Metro Jaya dikabarkan akan menggeser pos penyekatan ke jalur masuk Jabodetabek. Penggeseran pos penyekatan tersebut dikerjakan oleh Direktorat Lalu Lin (Ditlantas) Polda Metro Hebat setelah berakhirnya operasi penyekatan mudik sejak semalam. Setidaknya ada syarat masuk sedang ke Jabodetabek saat aliran balik lebaran.

Suara. com kacau Dalam lembaga menghadapi arus balik Lebaran 2021, Polda Metro Hebat dikabarkan akan menggeser pangkalan penyekatan ke jalur meresap Jabodetabek. Penggeseran pos penyekatan tersebut dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya setelah berakhirnya operasi penyekatan mudik sejak semalam. Setidaknya ada kondisi masuk lagi ke Jabodetabek saat arus balik lebaran.

[embedded content]

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan bahwa polisi bakal melakukan pemeriksaan pemudik yang balik lagi ke Jakarta di KM 34 Pungutan Jakarta-Cikampek.

Tengah untuk dari arah Barat, pemeriksaan dilakukan di Gardu Cikupa, Tangerang. Sedangkan pada ruas jalan arteri penyeliaan akan berlangsung di Jatiuwung dan Kedungwaringin.

Sarana Masuk Lagi ke Jabodetabek

Baca Juga: Warga Cimahi yang Pulang Mudik Wajib Tes Covid-19

Syarat Masuk Lagi ke Jabodetabek saat Arus Balik Lebaran 2021. [Suara.com/Imam Faishal]

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelenggarakan Operasi Ketupat Jaya 2021 sejak tanggal 6 Mei 2021 pukul 00. 00 dan berakhir pada agenda 17 Mei 2021. Aparat melakukan penyekatan kepada masyarakat yang hendak mudik.

Buat menjaring para pemudik, sebanyak 31 pos pengamanan kekangan mudik dibangun oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang mulai berfungsi mulai 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Gardu tersebut terbagi menjadi besar bagian, yaitu 17 titik check point dan 14 titik penyekatan.

Adapun fungsi dari kedua pos tersebut berbeda-beda, di mana di titik check point petugas akan melakukan penyaringan kendaraan-kendaraan yang dicurigai akan pegangan dan menegakkan protokol kesehatan tubuh.

Sedangkan di titik penyekatan, petugas hendak menegakkan protokol kesehatan, mengawasi surat izin keluar meresap (SIKM), dan memutarbalikkan instrumen pemudik yang nekat pegangan.

Warga yang hendak muncul dan masuk Jakarta selepas masa larangan mudik agenda 6-17 Mei 2021 tidak perlu lagi melengkapi muncul dengan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM). Kepala Dinas Pertalian DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa SIKM resmi untuk pelaku perjalanan perorangan sampai dengan tanggal 17 Mei 2021. Ketentuan zaman berlaku SIKM memang diatur hanya pada masa kekangan mudik Lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Baca Juga: Balik ke Kartini, Pemudik Bakal Didatangi RT, Diminta Surat Lepas Covid-19

Ketentuan tersebut termuat dalam Keputusan Gubernur Nomor 569 Tahun 2021 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam hari Selasa (4/5/2021) berarakan. Meskipun demikian, dapat diperkirakan bahwa para pendatang dengan kembali ke DKI Jakarta harus melampirkan keterangan minus Covid-19 berdasarkan hasil tes sebagai syarat masuk teristimewa ke Jabodetabek saat arus balik lebaran 2021.