Categories
Info

Satgas Klaim Tak Ada Lagi RT Zona Merah Covid-19 di Depok

Suara. com – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok di Provinsi Jawa Barat mengklaim bahwa tidak tersedia lingkungan rukun tetangga (RT) dalam wilayahnya yang tergolong berada pada zona merah berdasarkan parameter dengan ditetapkan dalam instruksi menteri di negeri.

Suara. com – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok di Provinsi Jawa Barat mengklaim bahwa tidak ada lingkungan rukun tetangga (RT) di wilayahnya yang tergolong berharta di zona merah berdasarkan patokan yang ditetapkan dalam instruksi gajah dalam negeri.

“Kota Depok juga sudah membentuk Posko Satgas Penanganan COVID-19 Tingkat Kelurahan, ” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Minggu.

Menurut Instruksi Menteri Dalam Jati Nomor 03 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan COVID-19 tingkat desa dan kelurahan, satu lingkungan RT dikategorikan berada di zona merah jika di tujuh hari terakhir kasus infeksi virus corona ditemukan di sepuluh rumah.

Berdasarkan ketentuan itu, satu dunia RT dikategorikan berada di kawasan oranye jika ada enam maka 10 sepuluh rumah dengan peristiwa COVID-19 dalam tujuh hari final, dikategorikan berada di zona  kawasan kuning jika ada sampai lima rumah dengan kasus COVID-19 pada tujuh hari terakhir, dan digolongkan berada di zona hijau bila tanpa kasus COVID-19.

Baca Juga: Sudah Lakukan Sejumlah Cara, Kasus Covid-19 di Lebak Tembus 1. 854 Orang

Ketentuan mengenai zonasi RT itu berlaku hingga 22 Februari 2021 sesuai dengan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Skala Mikro.  

Pemerintah Kota Depok sebab 1 sampai 14 Februari 2021 memberlakukan peraturan mengenai Zonasi RW PSKS (Rukun Warga dengan Pemisahan Sosial Kampung Siaga) untuk menekan penularan COVID-19.  

Wilayah Kota Depok saat ini masih berada di zona oranye, zona risiko cukup dalam peta penularan COVID-19. Transmisi virus corona di Kota Depok sebagian berasal dari klaster tanggungan dan kota kerja.

Dalam upaya untuk menekan risiko penularan virus corona, Wali Kota Depok mengatakan, pemerintah tanah air menjalankan kebijakan sesuai dengan istimewa wilayah.

“Pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik dan kekhasan masing-masing wilayah, ” katanya. (Antara)

Baca Pula: Positif Virus Corona, ASI Wanita Ini Berubah Hijau Neon