Categories
Info

Sependirian dengan Inpres No 3/2019, Menpora Apresiasi Disertasi Susunan Ilmiah S3 Sulistiyono

Suara. com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjadi penilai pada Ujian Terbuka Propaganda Doktor S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) dari Sitroom, Kemenpora.

Suara. com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjadi penilai pada Ujian Terbuka Propaganda Doktor S3   Kemahiran Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) segera Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) dari Sitroom, Kemenpora.

Selain Menpora Amali, turut hadir Dewan Penguji antara lain Rektor Universitas Sebelas Maret  (UNS) Prof Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Daerah Surabaya (UNESA) Prof Dr Nurhasan dan Rektor Universirs Negeri Yogyakarta Prof Dr Sumaryanto.

Sulistiyono menyusun disertasi karya ilmiah S3-nya dengan judul Perluasan Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Menggelar Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Ikatan Umur 9 -12 tarikh (Studi Pengembangan pada Madrasah Sepak bola di Kabupaten Sleman).

Dalam paparannya, Sulistiyono mengatakan bahwa sekolah menepuk bola sebagai akar rumput yang membina pemain usia 7 sampai 15 tarikh.

Mengucapkan Juga: Top 5 Sport Sepekan: Dongeng Bulutangkis Markis Kido Tutup Usia

“Mengacu arketipe pembinaan di negara lulus dengan konsep Long  Term  Athlete Development  (LTAD), dalam usia 9-12 tahun, idealnya mereka masih berada di level pengembangan tehnik dan karakter. Tetapi apa yang terjadi di Indonesia, lathan berorientasi   pada kemenangan tim ketika   beradu dalam kompetisi, “ujarnya.

Menurutnya, di Indonesia model pelajaran lebih latihan bersifat   spesialisasi dini bahkan perluasan karakter diabaikan oleh guru.

“Solusi   yang hamba prediksi dapat menyelesaikan masalah, kami mengajukan penelitian secara judul Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Kepribadian pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 -12 tahun, ” jelasnya.

Sebelum melakukan pengkajian disertasi ia telah   melakukan studi literatur terpaut dengan penelitian yang relevan, pengembangan skill maupun perluasan karakter di dunia gerak.

“Pengembangan dan karakter di dalam latar belakang olahraga hasil belum kami temukan. Benar ada tapi masih di dalam dunia pendidikan jasmani. Rumusan masalah yang dipilih tersedia 6, tetapi ada urusan yang paling yaitu urusan ke 6 yaitu, dengan jalan apa efektivitas model latihan ini dibandingkan dengan model latihan yang bersifat konvensional ataupun saat ini banyak dilakukan   di lapangan, “tambahnya.

Mengaji Juga: Menpora Upayakan Peraih Emas Olimpiade Masuk Kategori Pahlawan Nasional

Ia melanjutkan,   kondisi yang terjadi dalam kabupaten Sleman, SDM pelatih 40 persen yang ada di lapangan belum mempunyai lisensi pelatihan.   Guru berorientasi pada fisik, metode dan taktik tetapi huruf belum menjadi perhatian khusus oleh mereka. Namun demikian, pelatih mengamggap bahwa gerak dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakte tapi diakui masih sering terjadi hal-hal yang tidak mengenakan di pertandingan sepakbola.