Categories
Info

Soroti Tewasnya Maaher di Penjara, Novel Baswedan Dipolisikan Pakai UU ITE

Suara. com – Penyidik senior KPK, Roman Baswedan diduga telah melanggar Menjemput Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) gegara cuitannya saat mengomentari perkara meninggalnya Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi di dalam penjara.

Perkataan. com – Pemeriksa senior KPK, Novel Baswedan diduga telah melanggar Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) gegara cuitannya saat mengomentari soal meninggalnya Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi di dalam penjara.

Terkait cuitan itu, Novel resmi dilaporkan oleh Balai Pimpinan Pusat Pemuda Pelajar serta Mahasiswa Mitra Kamtibmas (DPP PPMK) karena diduga telah menyebarkan hoaks dan tindakan provokatif soal moralitas Maaher.  

Wakil Ketua Umum DPP PPMK Joko Priyoski menduga Novel sudah melanggar Pasal 14, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu, Novel juga dituding menentang Pasal 45a Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2 Peraturan Nomor 18 Tahun 2016 mengenai ITE.

DPP PPMK sudah melaporkan Novel Baswedan ke Bareskrim Polri. (Suara. com/M Yasir)

“Kami akan meminta pihak bareskrim dalam hal itu untuk memanggil saudara Novel Baswedan untuk diklarifikasi, ” kata Joko di Bareskrim Polri, Kebayoran Terakhir, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Dituduh Provokatif soal Kematian Maaher, Novel KPK Disuruh Baca Ayat Ini

Selain melaporkan Novel ke Bareskrim Polri, Joko menyampaikan kalau pihaknya juga berencana melaporkan dengan bersangkutan ke Dewan Pengawas KPK. Sebab menurutnya Novel sebagai penyidik KPK tidak memiliki wewenang untuk mengomentari terkait kematian Maaher.

“Kami pula akan mendesak Dewan Pengawasan KPK untuk segera memberikan sanksi di dalam saudara Novel Baswedan, ” katanya.

Dituding Buat Gaduh

Joko sebelumnya menunjuk kicauan Novel lewat akun Twitter  @nazaqistha terkait kematian Maaher pada Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri telah menimbulkan kegaduhan di terbuka. Kicauan yang dimaksud yakni  ‘Pdhal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu kecil, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jgn keterlaluanlah.. Apalagi dgn Ustadz. Ini bukan sepele lho.. ‘.

“Dalam cuitan twitter tersebut yang diunggah dan viral tersebut, Novel Baswedan menyampaikan ujaran provokasi yang sudah menimbulkan kegaduhan di publik, ” kata Joko saat dikonfirmasi pra membuat laporan.

Baca Juga: Novel Baswedan Dilaporkan Kasus Hoaks Kematian Ustadz Maaher ke Polisi

Selain itu, Joko juga menuding kicauan Novel telah mendiskreditkan instusi Polri. Padahal, kata dia, Novel tak memiliki wewenang untuk berbicara terpaut kematian Maaher.