Categories
Info

Tersangka Suap Perkara Lampung Pusat, Azis Syamsuddin Terancam 5 Tahun Bui

Suara. com – Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin resmi menjadi tersangka, kasus dugaan arahan suap pengurusan perkara korupsi di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Diduga, Azis menyerahkan uang suap kepada bekas penyidik KPK dari bagian Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju sebesar miliaran rupiah.

Suara. com – Pengantara Ketua DPR, Azis Syamsuddin resmi menjadi tersangka, urusan dugaan penerimaan suap pengurusan perkara korupsi di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Diduga, Azis memberikan uang suap kepada mantan penyidik KPK dari unsur Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju sejumlah miliaran rupiah.  

Akan perbuatannya, anggota dewan dari Fraksi Golkar itu gawat pidana 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp50 juta dan suntuk Rp250 juta.

Saat penetapannya, sebagai simpulan, Azis dijerat dengan Menjemput Pemberantasan Tindak Pidana Manipulasi. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Filri Bahuri.

“Atas perbuatannya tersebut, Tersangka AZ (Azis Syamsuddin) disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf an ataupun Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Bab 13 Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Korupsi, ” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini keadaan.

Menangkap Juga: Guyur AKP Robin Rp3, satu Miliar Demi Amankan Kejadian di KPK, Begini Parit Suap Azis Syamsuddin

KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tersangka. (Suara.com/Yaumal)
KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin simpulan. (Suara. com/Yaumal)

Merujuk pada perkara 5 ayat 1 huruf an ataupun b UNDANG-UNDANG itu, disebutkan hukuman pidananya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Sementara dendanya minimal Rp50 juta dan suntuk Rp250 juta. Sedangkan di dalam pasal 13, ancaman pidana penjaranya paling lama 3 tahun dengan denda menyesatkan banyak Rp150 juta.

Perkara Suap di Lampung Tengah

Dalam kejadian ini, politikus Partai Golkar itu diduga telah menyuap AKP Robin sebesar Rp3, 1 miliar untuk mengurus perkara suap di Lampung Tengah yang ditangani sebab KPK.  

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin setelah dijemput paksa dan digelandang ke KPK. (Raihan Hanani)
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin setelah dijemput paksa serta digelandang ke KPK. (Raihan Hanani)

“Sebagaimana komitmen awal mas uang dari AZ (Azis Syamsuddin) kepada SRP (Robin) dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp4 miliar yang telah direalisasikan baru sebanyak Rp3, 1 miliar, ” kata Firli Selasa pra hari.

Dari hasil penyidikan sementara KPK, kata Firli, Azis sempat menghubungi AKP Robin saat masih bertugas di KPK untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado saat masih dalam tahap analisis.

Menyuarakan Juga: Ngaku Isoman hingga Akhirnya Ditangkap KPK, Azis Syamsuddin Ternyata Negatif Covid-19

Diketahui, Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar yang sudah menjabat sebagai mantan Pengantara Ketua Umum PP Armada Muda Partai Golkar (AMPG).

“Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut, ” kata Firli.

Dikatakan Firli, Azis dan Aliza diminta oleh Maskur untuk menyiapkan uang Rp2 miliar. Keduanya pun akhirnya menyetujuinya.

“SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sebesar uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. Berarti ada kesepakatan, ” prawacana Firli.

DP Ratusan Juta

Firli juga menyebut bila Maskur diduga meminta kekayaan Rp300 juta kepada Azis yang disebut sebagai uang muka.

“Untuk teknis pemberian uang dari AZ dikerjakan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ, ” kata dia.  

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, kata Firli, Azis dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank Maskur secara bertahap.

“Masih di bulan Agustus 2020, SRP juga diduga sampai menemui AZ di panti dinasnya di Jakarta Daksina untuk kembali menerima uang secara bertahap yang dikasih oleh AZ, yaitu 100. 000 dolar AS, 17. 600 dolar Singapura, serta 140. 500 dolar Singapura, ” ucap Firli.  

Ia mengungkapkan uang-uang pada bentuk mata uang langka tersebut kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke “money changer” untuk menjelma mata uang rupiah secara menggunakan identitas pihak asing