Categories
Info

Transit 4 Jam di Bandara Kualanamu, Penumpang Batik Minuman Dari Aceh Kelaparan

Suara. com – Ratusan penumpang pesawat udara Menulis Air asal Aceh yang transit sementara di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatara Utara, kelaparan hampir 4 jam setelah pesawat yang mereka tumpangi datang darurat.

Suara. com – Ratusan penumpang pesawat udara Membatik Air asal Aceh dengan transit sementara di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatara Utara, kelaparan dekat 4 jam setelah udara yang mereka tumpangi mendarat darurat.

“Selama hampir 4 jam kami berada dalam terminal keberangkatan, tidak ada makanan apa pun dengan diberikan, termasuk air minum, ” kata seorang penumpang bernama Hayatullah Fajri pada Antara , Minggu (28/8/2021).

Sesuai dengan regulasi, cakap Hayatullah Fajri, ada perlindungan konsumen, termasuk kompensasi uang tunai, sehingga penumpang tak merasa rugi.

Menurut tempat, seluruh penumpang baru diberikan kudapan (snack) saat bakal memasuki ke pesawat pada pintu keberangkatan sekitar jam 15. 30 WIB.

Baca Serupa: Gegara ‘Ada yang Kesurupan-Miskin 7 Turunan’, Warga Setop Buang Kotor Sembarangan

Dikatakan juga bahwa nasi diberikan pada penumpang saat akan menghunjam pesawat udara di kolong tangga pesawat.

“Kami benar kecewa dengan kejadian ini. Peristiwa ini sangat merugikan kami sebagai penumpang, ” ujarnya.

Tidak hanya itu, selama berada di dalam gedung terminal, penjelasan yang diberikan oleh petugas benar minim.

Situasi senada juga diungkapkan Irfan. Menurut dia, saat status kelaparan, para penumpang terpaksa membeli sendiri makanan serta minuman selama berada dalam gedung terminal pada Kualanamu, Sumatera Utara.

Perihal tersebut, kata dia, betul-betul membuat penumpang kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak seharusnya.

Baca Juga: Diduga Alami Gangguan Teknis Mesin, Pesawat Batik Air Seri Airbus A-330 Datang Darurat

“Kami berniat persoalan ini agar menjelma perhatian pemerintah sehingga layanan seperti ini tidak sedang dirasakan penumpang lain, ” kara Irfan.