Categories
Info

Tudingan Gatot Soal PKI dalam Tubuh TNI, Begini Respon Pihak Istana

Bahana. com – Juru Cakap Presiden Fadjroel Rachman tangan menanggapi tudingan mantan Pemimpin TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menuding ada penyusupan pendukung PKI pada korps TNI. Fadjroel mengucapkan Istana Kepresidenan menyerahkan polemik tersebut kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Suara. com porakporanda Juru Cakap Presiden Fadjroel Rachman berat menanggapi tudingan mantan Pemimpin TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menuding tersedia penyusupan pendukung PKI dalam korps TNI.

Fadjroel mengatakan Istana Kepresidenan menyerahkan kontroversi tersebut kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Saya serahkan pada pak panglima saja. Saya sudah membaca tanggapan dibanding panglima. Mohon teman-teman mungkin bicara dengan panglima selalu, ” ujar Fadjroel, Selasa (28/9/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merespons terkait pernyataan seniornya, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang menuding ada penyusupan pendukung PKI di korsp TNI.

Baca Juga: Kapolri Rekrut 56 Personel KPK Tak Lulus TWK, Jubir Presiden: Upaya Jalan Selesaikan Masalah

Tudingan itu terkait video dengan menampilkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

Terkait hal itu, Marsekal Hadi ogah menyikapi secara serius tudingan Gatot.

“Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tak dapat dibuktikan secara ilmiah. Tidak bisa suatu penjelasan didasarkan hanya kepada kehadiran patung di suatu wadah, ” kata Hadi bagaikan dikutip dari Antara, Selasa (28/9)

Argumen Marsekal Hadi enggan menggubris pernyataan Gatot karena peristiwa itu sudah diklarifikasi oleh jajarannya. “Masalah ini memang sudah diklarifikasi oleh institusi terkait, ” kata tempat.

Meski demikian, Hadi memperhitungkan pernyataan Gatot itu jadi nasehat senior kepada para prajurit yang masih aktif untuk senantiasa waspada biar lembaran sejarah yang redup tak terjadi kembali.

Baca Selalu: Polemik Pemecatan Pegawai KPK, Fadjroel: Jokowi Hormati Kesopanan Dalam Ketatanegaraan

“Saya lebih memandang statement tersebut sebagai sejenis nasihat senior kepada kami sebagai prajurit aktif TNI untuk senantiasa waspada biar lembaran sejarah yang hitam tidak terjadi lagi, ” ucapnya.